KPK Tak Lagi Garang

Danang Prabowo, Okezone · Selasa 11 Januari 2011 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 11 339 412741 tSZtFW5rFS.jpg

YOGYAKARTA – Salah satu faktor penghambat pemberantasan korupsi adalah tersanderanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pascakriminalisasi yang dialami dua pentolannya, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah.

 

KPK yang sebelumnya tampil garang kini justru terseok-seok. Ditengah kolepnya komisi antikorupsi ini, publik dipusingkan dengan agenda drama berliku yang menampilkan tokoh antagonis semacam Anggodo Widjojo, Artalyta Suryani, dan Gayus Tambunan.

 

Anggodo tampil gagah karena memenangkan ‘pertarungan’ melawan dua pimpinan KPK. Meski berhasil diseret ke meja hijau, majelis hakim hanya menjatuhkan hukuman empat tahun penjara.

 

Sementara Artalyta Suryani alias Ayin membuat sensasi dengan sel mewahnya di Rutan Pondok Bambu. Hal itu terbongkar saat satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak pada 10 Januari silam.

 

Tak kalah hebohnya, pegawai negeri golongan III A, Gayus Tambunan menyeret perhatian publik pada problema perpajakan di negeri ini.

 

“Kelihaiannya mengatur aparat penegak hukum terbukti berhasil membebaskannya dari ancaman pidana. Keculunan dan kemahiran dalam mengatur perkara pajak dari sejumlah nama dan perusahaan besar kian membuktikan bahwa mafia pajak itu benar-benar nyata,” ujar Direktur Pukat (Pusat Kajian Anti Korupsi) UGM, Zainal Arifin Mochtar saat konferensi pers, Selasa (11/1/2011).

 

Tak cukup dengan itu, tahun 2010 juga dipenuhi dengan adu kuat pengaruh politik di tingkat elit. Itu terlihat dari alotnya pemilihan Ketua KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung.

 

“Meski publik lega karena nama Busyro Muqoddas terpilih sebagai ketua KPK, tidak demikian halnya dengan Timur Pradopo dan Basrief Arief sebagai kapolri dan Jaksa Agung. Pasalnya, komitmen dan kiprah keduanya dalam memerangi korupsi di masa yang akan datang cukup diragukan,” tandasnya.

 

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini