Share

Integrasi Islam dalam Kurikulum Dipertegas

Jum'at 14 Januari 2011 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 14 373 413859 xBrU72ep7u.jpg Ilustrasi: ist.

YOGYAKARTA - Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bekerja sama dengan International Institute of Islamic Tought mengevaluasi kurikulum pembelajaran di kampusnya.

Wakil Rektor I UII Nandang Sutrisno mengatakan, UII menerapkan tiga tahapan dalam penerapan kurikulum pembelajarannya. Ketiga tahapan itu adalah kompilasi, komparasi, dan integrasi ajaran serta nilai-nilai keIslaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan. โ€œKami berharap, dengan tiga tahapan tersebut, UII sebagai universitas Islam besar mampu memiliki kurikulum yang ideal. Tidak saja untuk kegiatan transfer ilmu pengetahuan dan pengembangannya, tetapi juga kemampuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkarakter,โ€ tuturnya, kemarin.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Menurutnya, UII memiliki tujuan untuk memproduksi tenaga ahli dan sarjana muslim. Sehingga tujuannya tidak saja untuk mencetak SDM yang berilmu, tetapi juga membentuk ilmuwan yang bertakwa, berakhlak mulia, terampil, berilmu amaliah, dan beramal ilmiah.

Usaha pembinaan mahasiswa untuk mencapai tujuan tersebut tidak hanya cukup melalui disiplin-disiplin akademik semata, tetapi masih diperlukan pendidikan dan pembinaan yang terarah dan terpadu melalui kegiatan di luar perkuliahan. โ€œSalah satu yang terlihat dari pola pendidikan UII adalah penerapan kurikuler berupa mata kuliah agama sebanyak delapan SKS yang diberikan pada beberapa semester,โ€ tuturnya.

Direktur International Institute of Islamic Tought Prof. Omar Bakar mengatakan, naskah kerja sama yang ditandangani bukan hanya sekadar bukti tertulis dari kegiatan yang akan dilakukan. Namun demikian, naskah tersebut memiliki makna bahwa semua pihak memiliki komitmen untuk menghadapi tantangan secara bersama-sama. (maha deva/sindo) (rfa)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini