Share

Baru 12% Dosen Sandang Gelar Doktor

Jum'at 14 Januari 2011 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 14 373 413883 GCX6aP25PL.jpg Image: corbis.com

PALEMBANG - Dari 15.500 dosen yang mengajar di seluruh universitas negeri di Indonesia, ternyata baru 12 persen yang sudah menyelesaikan study strata 3 (S3).

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu pada 2011 ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI akan mengirim 1.000 dosen untuk menyelesaikan studi S3 ke luar negeri yang akan dibiayai negara.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Hal ini terkuak saat Menteri Pendidikan Nasional (mendiknas) yang diwakili Wakil Mendiknas Fasli Djalal, membuka konvensi Kampus VII dan Temu tahunan XIII Forum Rektor Indonesia (FRI) di Aula Griya Agung, kemarin sekira pukul 20.00 WIB. ”Kementerian Pendidikan Nasional akan mengirimkan 1.000 dosen untuk menempuh pendidikan di luar negeri dengan tujuan meraih gelar doktor,”katanya.

Kondisi ini, kata Fasli Djalal, membuat pemerintah pusat menargetkan setiap tahunnya di Indonesia harus muncul sebanyak 7.000 lulusan S3. ”Kita targetkan setiap tahunnya ada 7.000 lulusan S3 yang muncul di Universitas di Indonesia. Hal ini kita lakukan agar target 25 persen lulusan S3 di tahun 2014 bisa tercapai,” ujarnya.

Dilanjutkan Fasli Djalal, mulai sekarang harus ada pemetaan dari Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk pencapaian target 25 persen dosen lulusan S3 di seluruh Universitas di Indonesia. ”Dari pertemuan yang dilakukan oleh rektor se-Indonesia ini harus menghasilkan solusi untuk pencapaian target dari pemerintah pusat tersebut,” katanya.

Menurut Fasli, saat ini jumlah dosen di Indonesia mencapai 270 ribu orang. Sementara dari jumlah tersebut yang berlatar belakang S3 hanya 24 ribu orang. Diharapkan dengan lulusnya sekira 7.000 doktor setiap tahunnya itu maka pada tahun 2015 mendatang, jumlah dosen berpendidikan S3 naik menjadi 25 persen. ”Program ini akan disokong dengan sejumlah beasiswa, baik dari kementerian maupun dari luar negeri,” imbuhnya.

Untuk mendukung pencapaian itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. ”Kementerian Pendidikan Nasional sudah menandatangani kerja sama kemitraan untuk bidang pendidikan dengan Presiden Obama dalam rangka kerjasama di bidang pendidikan. Selain itu juga kerjasama dengan Australia dan universitas yang ada di Eropa, peluang ini harus dimanfaatkan seluruh universitas di Indonesia,” tegasnya.

Fasli menjelaskan, salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan itu yakni bagaimana bisa menghasilkan entrepreneur di Indonesia. Karena jumlah entrepreneur di Indonesia saat ini baru mencapai 0,18 persen. ”Kita kalah dengan Singapura yang merupakan negara kecil, ini harus menjadi topik bahasan Forum Rektor Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FRI periode 2010-2011 Chairil Effendy dalam sambutannya mengatakan, dalam pertemuan seluruh rektor se-Indonesia ini, selain membahas berbagai persoalan pendidikan dan permasalahan negara, juga akan dilakukan pemilihan Ketua FRI untuk periode selanjutnya.

Chairil menjelaskan, FRI tidak hanya membicarakan hal-hal yang aktual tapi juga visioner yang menyangkut masa depan bangsa. Intinya FRI harus mengkaji lebih dalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan prospektif jangka panjang bangsa ini. Terutama, terkait dengan peradaban yang perlu kita bangun untuk bangsa Indonesia. ”Konferensi Kampus tidak hanya membahas mengenai persoalan jangka pendek tetapi juga jangka panjang,” jelasnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dalam sambutannya saat menjamu seluruh rektor se Indonesia mengatakan, pihaknya akan mendukung pelaksanaan konvensi Kampus VII dan Temu Tahunan XIII forum rektor Indonesia di Kota Palembang. ”Saya ucapkan selamat datang di Kota Palembang, kami dari pemerintah provinsi mendukung kegiatan pertemuan rektor se-Indonesia ini. Hal ini juga jadi ajang silaturahmi, sekaligus bisa melihat langsung persiapan Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games November mendatang,” ungkap Alex. (cr-2/sindo) (rfa)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini