Bangun Gedung Baru, Anggota DPR Kibuli Rakyat

Bagus Santosa, Okezone · Minggu 16 Januari 2011 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 16 339 414418 CP26U5HwjF.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Rencana pembangunan gedung DPR terus menuai protes dari berbagai kalangan. Kali ini datang dari peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam.  

Menurut Roy, pembangunan gedung bagi para wakil rakyat itu tidak mendesak. Untuk itu, sebaiknya rencana tersebut dibatalkan.

 

“Ini tidak urgent. Persoalan dasar dulu yaitu sistem informasi dulu dengan membuka partisipasi publik, baru kita bicara fasilitas, tapi DPR mendahulukan fasilitaas dulu. Ini kan mengelabui dan ini tidak penting,” kata Roy di Kantor Transparansi Internasional Indonesia (TII), Kawasan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (16/1/2011).

 

Menurut perhitungannya, dana pembangunan yang harus disiapkan sebesar Rp1,3 triliun itu merupakan dana yang sangat besar dan bisa dimanfaatkan ke hal yang lebih penting dan menyangkut rakyat.

 

“Dana itu bisa membangun 16 ribu sekolah, subsidi pupuk 8 persen, membangun 21 rumah korban bencana. Apa landasan untuk memutuskan membuka atau menunjuk penyedia konsultan itu. Setiap anggaran harus punya landasan hukum,” tuturnya.

 

Lebih lanjut dia menegaskan pembangunan gedung tersebut sudah seharusnya dibatalkan, karena tak hanya penolakan dari masyarakat tetapi juga dari salah satu fraksi di DPR yaitu Fraksi Partai Gerindra.

 

“Fraksi yang tidak setuju Gerindra menyampaikan penolakan secara tertulis. Seharusnya jika ada fraksi yang tidak setuju, pembangunan gedung tidak jadi. Tapi pimpinan DPR bilang semua fraksi setuju harusnya kalau setuju semua, dokumennya dirilis agar publik tidak bingung,” katanya.

(lsi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini