Share

Buku SBY Siap Ditarik

Akrom Hazami, Koran SI · Senin 24 Januari 2011 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 24 373 417480 MYHGabVq2A.jpg Foto: Istimewa

SLAWI – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tegal siap menarik buku bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari 61 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kabupaten setempat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Kabupaten Tegal Waudin menegaskan, pihak dinas siap menarik buku SBY yang telah didrop kepuluhan SMP bila mana konten buku mengandung muatan politis.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Kita baca dulu buku tersebut (buku SBY), bila tidak bermanfaat dan mengandung muatan politis kontennya, maka kami akan menariknya,” kata Waudin ditemui di kantornya kemarin.

Hingga saat ini, Dindikopora belum mengetahui bentuk fisik buku SBY, sehingga belum bisa menyimpulkan apakah buku itu layak dikonsumsi siswa atau tidak. Pasalnya, pendistribusian buku SBY dilakukan oleh pihak ketiga atau pemenang lelang yang diadakan pemerintah pusat.

Praktis, lanjut Waudin, baik konten, bentuk fisik, bahkan spesifikasi buku, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. Termasuk pengedropan buku SBY ini, dinas juga tidak mengetahuinya.

“Bantuan buku SBY itu memang berasal dari dana bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) 2010) yang dikemas dalam satu paket, meliputi alat peraga, laboratorium, perpustakaan dan buku,” ungkapnya.

Kepala Seksi Sarana Pendidikan Dindikpora Kabupaten Tegal Cipto Dwi Setyo Purnomo menambahkan, bantuan DAK 2010 diberikan kepada SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang masing-masing jumlahnya sekitar 87 sekolah.

“Bentuk bantuan DAK tersebut di antaranya fisik dan buku. Ada sekolah yang hanya menerima fisik saja atau buku saja, dan adapula yang menerima dua-duanya,” jelas Cipto ditemui terpisah.

Dengan rincian DAK yang berbeda, yakni untuk SD yang menerima bantuan ruang pepustakaan 87 SD dengan nilai pagu Rp95.256.000. Ke-87 SD itu juga menerima bantuan buku, sehingga total SD yang menerima bantuan DAK 2010 sekitar 132 SD dengan pagu Rp 95 juta per sekolah.

Ia kembali menuturkan, untuk bantuan DAK tingkat SMP yakni dua sekolah menerima bantuan ruang perpustakaan dengan nilai pagu Rp 171.900.000. Sedang untuk bantuan DAK bentuk buku diterima 87 SMP termasuk dua sekolah penerima bantuan fisik tersebut. “Nilai pagunya Rp 4.500.000,” katanya.

Menanggapi adanya buku SBY, pihak dinas sedianya akan melakukan pengecekan buku SBY ke sekolah, dan pengecekan kejelasan penerbitnya. “Siapa tahu terjadi kesalahan dalam pengepakannya,” pungkas Cipto.

Kepala Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Dimyati menyimpulkan, dari sebagian buku SBY yang dibacanya, buku tersebut rata-rata berisikan tentang perjalanan hidup Presiden SBY, bahkan adapula yang mengandung unsur politik.

“Isi buku SBY, ada yang menceritakan biografi, dan saya juga menemukan ada isi yang menyinggung soal partainya,” kata Dimyati yang mengaku membawa kelima buku SBY untuk dikaji isinya.

Di antara kelima judul buku itu antara lain Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan karya Hasan Syukur, Jendela Hati karya Sari Pusparini Soleh, Merangkai Kata Mengunatai Nada karya  Bahrudin Supardi, Adil  Tanpa Pandang Bulu karya Arif Supriyono, dan Peduli Kemiskinan karya Anang Solihin Wardan.

Kelima judul buku, kata Dimyati merupakan terbitan dari PT Remaja Rosdakarya Bandung.

“Namun saat ini, sekolah di Kabupaten Tegal belum membutuhkan buku referensi tersebut, melainkan buku-buku pelajaran sekolah,” imbuhnya.

Bahkan dengan sampul buku bergambar karikatur SBY, dinilainya, itu merupakan pelecehan kepada seorang presiden dan juga memberi contoh yang kurang baik bila siswa melihatnya.

Sementara Ketua Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupeten Tegal Wakhidin meminta agar buku SBY jangan ditarik dulu atau lebih baik disimpan sementara di ruang perpustakaan masing-masing sekolah.

“Buku SBY lebih baik disimpan dulu, sambil kami dengan dinas terkait berkoordinasi soal keberadaan buku SBY,” pungkas Wakhidin.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini