Ibas Hadir, Giliran Aktivis Bendera yang Tak Muncul

Kholil Rokhman, Koran SI · Kamis 27 Januari 2011 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 27 339 418557 MaHICUZWWZ.jpg ilustrasi

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat urung mendengarkan kesaksian putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang sering disapa Ibas.

 

Padahal, Ibas bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan pengusaha Hartati Murdaya sudah hadir di persidangan.

 

Persidangan ditunda karena dua terdakwa kasus pencemaran nama baik yakni Ferdinandus Semaun dan Mustar Bonaventura masuk rumah sakit. "Terdakwa masuk rumah sakit setelah dianiaya pada subuh tadi (kemarin )," kata kuasa hukum Mustar dan Ferdinandus, Saor Siagian, Kamis (27/1/2011).

 

Seusai sidang, Saor menjelaskan bahwa Mustar dan Ferdinandus dikeroyok oleh segerombolan orang pagi hari. "Ada sekira delapan sampai 10 kendaraan bermotor yang bergerombol menyerang keduanya," jelasnya. Saor mengatakan, keduanya mengalami luka tumpul di kepalanya.

 

Kejadian tersebut berlangsung saat Mustar dan Ferdinandus akan menuju ke Jakarta dari Ciseeng. Keduanya sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Depok.

 

Saat sidang tersebut, Saor menegaskan bahwa pihaknya meminta majelis hakim diganti. pasalnya, majelis hakim dinilai tidak objektif dan arogan. Selain itu, kepentingan dari pihak terdakwa selama persidangan tidak diakomodir.

 

Saat sidang, pengamanan begitu ketat. Ratusan aparat polisi berjaga di ruangan sidang dan area Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sekumpulan massa dari LSM Bendera yang sering datang ke persidangan tidak terlihat. Sehingga sidang berlangsung tertib.

 

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula dari keterangan pers LSM Bendera melalui Mustar dan Ferdi yang dilakukan akhir 2009. Mereka mengatakan dana Bank Century mengalir ke beberapa pejabat teras negara. Di antaranya ke Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan DJoko Suyanto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

 

Akibatnya, para pihak yang namanya dicemarkan melaporkan Mustar dan Ferdinandus ke pihak kepolisian.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini