nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abrasi Pantai Selatan Semakin Mengkhawatirkan

Markus Yuwono, Jurnalis · Minggu 30 Januari 2011 14:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 01 30 340 419438 1itbastrC9.jpg

GUNUNGKIDUL- Tingginya gelombang kawasan laut selatan, menjadi ancaman serius keberadaan kawasan pantai selatan di Gunungkidul, Yogyakarta. Bahkan beberapa kawasan pantai kini mengalami abrasi yang mengkhawatirkan terhadap keberadaan pantai, maupun keselamatan warga sekitar terutama pedagang.

Dari pantauan di lokasi pantai Drini dan Baron, dua lokasi yang paling parah terkena abrasi , Minggu (30/1/2011), abrasi merusak pondasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai Drini, menyebabkan kondisi sangat mengkhawatirtkan, sehingga kondisi bangunan tidak bisa digunakan. Hal ini juga mempersempit kawasan wisata pantai dan pedagang, karena disebabkan terus tergerusnya pasir.

Menurut Slamet, nelayan pantai Drini, kondisi ini sudah sejak dua bulan lalu sehingga sebagian besar nelayan memilih memakirkan kapalnya di bibir pantai, serta TPI sudah tidak bisa digunakan kembali. Bahkan nelayan harus menggunakan truk untuk menarik kapal ke pinggir pantai. ”kondisi ini sudah sejak dua bulan terakhir, sehingga menyababkan kondisi TPI rusak,” katanya.

Sementara di pantai Baron, Sunardi salah seorang nelayan pantai Baron, karena lahan pantai semakin berkurang akibat tergerus ombak laut sehingga menyebabkan abrasi, menyebabkan nelayan kesulitan menempatkan kapalnya. ”Beberapa hari yang lalu sempat ada kapal yang hampir terbawa ombak karena lahannya terkikis,” jelasnya.

Di hubungi terpisah kepala kantor kesbangpolinmas dan Penanggulangan Bencana Kasiyo mengatakan sudah mengirimkan peringatan dini kepada nelayan untuk mewaspadai tingginya gelombang. ”Kami sudah mengirimkan peringatan dini melalui SAR, untuk kewaspadaan kepada nelayan karena gelombang tinggi di pantai selatan,” ujar dia.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini