nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Aliran Sesat, Padepokan di Ciamis Ditutup

Ujang Marmuksinudin, Jurnalis · Kamis 03 Februari 2011 11:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 02 03 340 420979 jZyYWj3eyT.jpg ilustrasi sesaji (Foto: muktionline.wordpress.com)

CIAMIS - Diduga menyebarkan aliran sesat, Padepokan Tritunggal Jaya Sampurna yang dipimpin Rd Oka Jayadiningrat alias Ondon Juhana ditutup dan dijaga ketat oleh polisi pada Selasa 2 Januari 2011 malam.

Penutupan padepokan yang terletak di Jalan Raya Ciamis-Banjar itu, dilakukan setelah digelar pertemuan MUI, perwakilan pemerintah, penegak hukum, saksi termasuk mewakili padepokan di Kantor Kecamatan Cijeungjing.

Hasil pertemuan menyepakati Padepokan Ondon diduga menyimpang dari ajaran Islam. Sehingga agar tidak menciptakan kegelisahan di masyarakat padepokan tersebut harus ditutup.

Sebelumnya, MUI sempat menyoroti Padepokan Tri Tunggal diduga menyimpang dari ajaran Islam. Dugaan itu muncul dari laporan masyarakat yang pernah berobat pada Oktober 2010 lalu ke Padepokan.

Indikasi itu juga diperkuat oleh laporan MUI desa dan kecamatan. Salah satu tudingan menyimpang adalah adanya larangan dzikir, wirid, dan membaca Alquran kepada pasien.

Namun terkait hal itu, Ondon menyatakan pihaknya sudah memberikan klarifikasi kepada semua pihak, bahwa Padepokan Tri Tunggal Jaya Sampurna Galuh tidak menyimpang dari ajaran Islam.

“Larangan wirid dan dzikir kepada pasien, saya sampaikan jika perbuatan itu dilakukan tanpa keikhlasan atau dengan maksud tertentu,” kilah Ondon, Kamis (3/1/2011).

Justru, lanjut dia, balai pengobatan ini melarang pasiennya untuk berbuat syirik kepada Allah SWT. Bahkan dalam pengobatannya, pasien harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, yakni Allah SWT.

“Padepokan ini, hanya melayani pasien yang ingin berobat dengan obat berupa kopi, cabe dan mie instan tanpa bahan kimia,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Irfan Nugraha membenarkan, polisi telah menutup padepokan tersebut, serta mencabut plang praktik pengobatan yang dilakukan di Padepokan.

“Yang kami tutup praktek pengobatanya itu, dan sekarang masih dijaga polisi,” kata Irfan saat dikonfirmasi terpisah.

Sementara, pendiri sekaligus pemilik padepokan, lanjut Irfan, saat ini diamankan di Polres untuk memberikan wajib lapor selama 24 jam. “Sementara ini, Ondon kami amankan di Mapolres Ciamis, untuk memberikan wajib lapor selama 1 x 24 jam,” tandas Irfan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini