Tarik Jilbab Karyawan, Mantan Bos Dipolisikan

Nurul Arifin, Okezone · Jum'at 04 Februari 2011 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 04 340 421181 2b1UHxCyLx.jpg Ilustrasi (wordpress)

SURABAYA - Gara-gara usil membuka jilbab karyawannya, CCW, bos PT Ngoro Hui Ding Plastic, harus berurusan dengan polisi.

Dia dilaporkan oleh, mantan karyawannya Anggi Afrerianan ke Polrestabes Surabaya. CCW diduga melakukan pelecehan dengan membuka paksa jilbab karyawannya di muka umum.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo mengaku telah menerima laporan korban atas tindakkan bosnya itu. Melalui surat laporan Nomor LP/K/0085/I/2011/SPKT tertanggal 17 Januari 2011, polisi akan memproses pemanggilan saksi dan korban.

“Alat bukti sudah kami kantongi, selanjutnya akan kami proses. Sementara saksi dan korban sudah kami mintai keterangan,” ujar Anom kepada wartawan, Jumat (4/2/2011).

Anom menjelaskan, kejadian yang dianggap penghinaan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak 10 Januari 2011 lalu. Peristiwa ini terjadi di kantor PT Ngoro Hui Ding Plastic, Jalan HR Muhammad Square A-19, Surabaya.

Bahkan kejadian itu sempat terekam closed circuit television (CCTV). “Bukti rekamannya sudah ada di tangan kami,” ujarnya.

Dalam CCTV terlihat Anggi mengenakan baju warna merah hati dengan jilbab hitam, duduk menghadap CCTV. Tak lama kemudian datang Chen yang mengenakan kaos golf warna putih dengan tas yang diselempangkan, menghampiri Anggi langsung menarik jilbabnya hingga terbuka.

Kepada petugas, Anggi menceritakan kondisi perusahaan tempatnya bekerja, akhir-akhir ini dilanda konflik.

PT Ngoro Hui Ding Plastic dan PT Surabaya Ren Ding Plastic merupakan dua perusahaan keluarga asal Taiwan yang akhir-akhir ini berselisih hingga terjadi pecah kongsi.

“Saat itu Chen ngamuk-ngamuk dan mengambil semua berkas serta dokumen perusahaan. Tapi, maksudnya dia menarik jilbab saya?” sahut Anggi.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini