Satgas: Izin Berobat Tahanan Harus Diperketat

Ferdinan, Okezone · Minggu 06 Februari 2011 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 06 339 421833 rqYrj96eoM.jpg

JAKARTA - Satgas pemberantasan mafia hukum mengusulkan perbaikan dalam pemberian izin bagi tahanan atau narapidana yang harus menjalani perawatan kesehatan di luar tahanan.

Anggota Satgas, Mas Achmad Santosa mengatakan izin berobat bagi tahanan ataupun narapidana harus diperketat. Menurutnya PP Nomor 32 tahun 1999 belum mengatur secara ketat izin maupun mekanisme kontrol berobat keluar narapidana.

"Perlu ada perbaikan sistem kerja melalui pengetatan perizinan dan kontrol berobat keluar bagi napi," kata Mas Achmad Santosa kepada okezone, Minggu (6/2/2011).

Kedua, Satgas mendesak percepatan operasionalisasi rumah sakit khusus bagi napi ataupun tahanan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. RS khusus ini tentunya harus menyiapkan dokter spesialis dan kelengkapan alat medis. "RS khusus ini untuk memperkecil kemungkinan napi berobat keluar yang rawan penyalahgunaan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas mengecek 7 tahanan Lapas Klas I Cipinang yang keluar tahanan karena menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Lima tahanan di RS Polri, satu di RS Pertamina dan satu di RS Abdi Waluyo yakni terpidana kasus suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL) Syahril Djohan.

Ota menegaskan izin berobat keluar Lapas telah memenuhi persyaratan administratif. "Semua persyaratan terpenuhi. Kami sampaikan pada Menteri tidak ada pelanggaran," tutupnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini