Hadapi Ahmadiyah dengan Menggelar Sajadah

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Minggu 13 Februari 2011 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 13 340 424298 Y3zZDzgFZc.jpg ilustrasi

DEPOK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku serius untuk mengantisipasi terjadinya konflik kerukunan antar umat beragama. Apalagi, sebelumnya LSM Setara Institut mengeluarkan data bahwa Jawa Barat adalah daerah paling tinggi terjadinya intoleransi beragama.

 

Salah satunya yakni dengan mengantisipasi terjadinya konflik terhadap warga Ahmadiyah. Salah satu usulan yang diajukan oleh Muspida Jawa Barat yakni program ‘Serang Gelar Sajadah’ untuk menghadapi warga Ahmadiyah.

 

Usulan tersebut juga dibahas dalam rapat bersama Komisi Intelejen Daerah (Kominda) Jawa Barat bersama pimpinan daerah di Jawa Barat yakni 26 kabupaten kota. Salah satunya, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad yang mengikuti rapat tersebut.

 

“Jadi ada usulan ‘Serang Gelar Sajadah’. Maksudnya kita gelar sajadah kita, kita datang ke tempat Ahmadiyah, lalu kita undang ormas, ada aparat, kita mengaji bersama, solat bersama, kalau perlu kita solat jumat berjamaah, bicarakan Islam dengan baik dan benar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok ini, Minggu (13/02/11).

 

Gubernur Jawa Barat, kata Idris, juga menganalogikan dengan kembali ke jaman sahabat Nabi, Ali Bin Abi Tholib. Saat itu, kata Idris, untuk menghadapi kaum Islam radikal yang tersesat, dapat diselesaikan dengan cara dialog dan persuasif.

 

“Ada kaum disana namanya Kaum Hawarij, dan bisa bertobat hanya dengan dialog selama enam malam enam hari, kita akan coba semuanya, tujuannya untuk pembinaan terhadap warga Ahmadiyah kembali ke Islam yang benar,” tandasnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini