"Baasyir Beri Uang Dulmatin untuk Beli Senjata"

Rizka Diputra, Okezone · Senin 14 Februari 2011 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 14 339 424655 nXalko1hgZ.jpg Abu Bakar Baasyir (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) didakwa memberi sejumlah uang kepada terduga teroris Dulmatin untuk membeli senjata. Hal ini terungkap dalam persidangan Baasyir hari ini.

"Uang dari terdakwa sebesar Rp180 juta dan USD5.000 yang diserahkan Ubaid kepada Dulmatin untuk selajutnya oleh Dulmatin digunakan untuk membeli senjata api dan amunisi seharga Rp325 juta," ucap jaksa dalam sidang Baasyir di PN Jaksel, Senin (14/2/2011).

Senjata-senjata itu meliputi sembilan pucuk senjata api jenis Armalite (AR)-15, 4 pucuk senjata jenis Avtomat Kalashnikova 1947 (AK)-47, dua pucuk senjata jenis Avtomat Kalashnikov 1958 (AK)-58, enam pucuk revolver, satu pucuk jenis Fabrique Nationalle (FN) Browning, satu pucuk pistol Challenger, 19.999 butir peluru dan 93 buah Magazen dengan rincian 41 buah Magazen AK-47, tujuh buah Magazen M-16, dan 45 buah Magazen AR-15.

Pengasuh ponpes Al Mukmin Ngruki Solo itu didakwa pasal berlapis. Jaksa penuntut menjerat Baasyir atas tujuh dakwaan, antara lain Pasal 14 jo Pasal 9, Pasal 14 jo Pasal 7, Pasal 14 jo Pasal 11 UU No.15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Selain itu, Baasyir juga akan didakwa melanggar Pasal 15 jo Pasal 9 tentang Pemufakatan jahat, Pasal 15 jo Pasal 7, Pasal 15 jo Pasal 11 Pasal 13 a UU No.15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Atas dakwaan ini Baasyir terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.  

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini