"Soekarno Pun Berani Bubarkan Masyumi"

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Rabu 16 Februari 2011 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 16 339 425259 qwirKD5s3T.jpg

DEPOK- Front Pembela Islam (FPI) merasa tersinggung setelah mendengar pernyataan keras Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan membubarkan ormas anarkis. Bahkan FPI juga mengancam akan menggulingkan SBY dan dikhawatirkan akan melakukan makar.

Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan pemerintah harus selalu berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas nama konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Ormas, kata Devie, berada dibawah naungan negara dan ormas anarkis tak boleh dibiarkan hidup di Tanah Air.

"Prinsipnya begini, pemerintah atas nama konstitusi, ormas anarkis tidak bisa dibiarkan hidup, harus dibubarkan, ibaratnya perceraian juga disetujui, dahulu Masyumi juga dibubarkan Soekarno pada saat yang tepat," ujarnya kepada Okezone, Rabu (15/02/11).

Menurut Devie, tak hanya ormas anarkis, namun kenyataannya ajaran Ahmadiyah banyak mengalami kegagalan di banyak negara. Jika Ahmadiyah juga membuat ukhuwah suatu negara menjadi retak, juga harus dibubarkan.

"Pembubaran hal yang wajar, itu adalah hak prerogratif presiden, namun balik lagi ke landasan, yakni konstitusi.  Begitu juga Ahmadiyah, kalau menghancurkan ukhuwah, harus dibubarkan, payung hukumnya sudah jelas ada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri," tegasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini