Menkum HAM: Presiden Tidak Bersandiwara

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Jum'at 18 Februari 2011 01:27 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 18 339 425976 0bkHZspnSF.jpg

JAKARTA - Menkum HAM Partialis Akbar menepis tudingan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengan memerankan sandiwara dengan petinggi Front Pembela Islam Munarman.

“Apa yang disampaikan Pak Presiden jangan dianggap sandiwara. Kalau semua ormas, tanpa kecuali melakukan tindak pidana, dibubarkan. Tapi jangan dipolitisir. tidak ada sandiwara. Ini serius,” ujarnya usai menghadap Presiden di Istana, Kamis (17/2/2011) malam.

Sebelumnya, juru bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi mensinyalir apa yang dipertontokan SBY dengan Munarman di hadapan publik bukanlah sesuatu yang serius.

“Saya curiga ini hanya sandiwara dua orang ini, seolah-olah memang serius, kelihatan ada konspirasi, ada dugaan itu jangan-jangan ini bagian dari sandiwara,” ujar Adhie beberapa waktu lalu.

Adhie beralasan, SBY juga pernah mengecam FPI terkait bentrok dengan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008. Kala itu, SBY langsung angkat bicara pada keesokan harinya.

“Presiden juga bicara sangat keras kalau Negara tidak boleh kalah dengan kekerasan, tapi tidak ada tindakan apa-apa malah hasil dari insiden itu isu kenaikan harga BBM hilang,” kisahnya.

“Sekarang, isu seperti kebohongan pemerintahan, kemiskinan, dan persolan lainnya yang mau dihilangkan,” paparnya.

Perseteruan antara SBY dan FPI bergulir sejak Presiden mengancam akan membubarkan ormas-ormas anarkis. Meski Presiden tak secara eksplisit menyebut, namun FPI tak tinggal diam. Petinggi FPI Munarman pun balik mengancam akan menggulingkan pemerintahan SBY jika berani membubarkan ormas.

Konflik SBY dengan sejumlah ormas bukan kali ini saja, sebelumnya Din Syamsudin yang juga Ketua Presedium IRC bersama tokoh lintas agama sempat bersitegang dengan SBY. Kejadiannya saat tokoh lintas agama menyuarakan sejumlah kebohongan pemerintah ke publik.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini