nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

152.865 Ekor Anjing di Bali Kebal Rabies

Rohmat, Jurnalis · Minggu 20 Februari 2011 01:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 02 19 340 426573 fBGFDRa00s.jpg Ilustrasi (Ist)

DENPASAR- Dari perkiraan jumlah populasi anjing di Bali mencapai sekira 300.000 ekor, sebanyak 152.865 ekor di antaranya telah divaksinasi massal sehingga dinyatakan kebal terhadap wabah penyakit rabies.

Data terakhir dilansir Bali Animal Wlfare Association (BAWA) menyebutkan, vaksinasi massal terhadap anjing telah dilaksanakan sejak 2010, terbukti memberi kekebalan terhadap ratusan ribu anjing di Bali.

"Vaksinasi adalah kata kunci untuk mengendalikan penyebaranbn rabies pada tahun 2010 dan masih akan menjadi kata kunci pada tahun 2011," ujar Direktur BAWA, Janice Girardi di Denpasar, Sabtu (19/2/2011).

Bali adalah provinsi pertama di Indonesia yang mencanangkan kampanye antirabies terbesar dalam sejarah pengendalian penyakit yang bersumber binatang atau zoonosis. "Tahun lalu sebanyak 45 tim vaksinator berhasil melindungi lebih dari 125 ribu anjing di seluruh Bali dari ancaman penyakit rabies," kata dia.

Diperkirakan dari 300 ribu anjing yang mayoritas berkeliaran bebas di Bali, 70 persen di antaranya harus memiliki kekebalan tubuh kolektif terhadap rabies.

Karena itu, pihaknya terus gencar mengkampanyekan vaksinasi massal ke semua daerah dan program edukasi kepada masyarakat untuk mengendalikan rabies, namun dengan pendekatan yang lebih manusiawi dengan kaidah ilmiah. "Pendekatan ini telah terbukti ampuh dan efektif dilakukan di negara-negara lain di dunia," ujar Janice.

 

Terkait dengan tujuan tersebut, pihaknya telah memnjalin kerjasama atau penandatanganan MOU dengan semua kabupaten/kota di Bali, kecuali Kabupaten Klungkung. "Sampai saat ini kami tidak mengetahui alasan kenapa Kabupaten Klungkung tidak bersedia menadatangani MOU untuk mendukung program vaksinasi massal ini," sambungnya.

Hal sama disampaikan Operations Manager BAWA, Ranggawisnu. Menurutnya, vaksinasi anjing merupkan satu-satunya jalan yang efektif untuk menekan penyebaran wabah anjing rabies. "Target kami akan vaksinasi anjing sampai banjar-banjar, karena lalu lintas atau migrasi anjing sampai ke lingkungan terdekat rumah di banjar-banjar," kata dia.

Guna mendukung program tersebut, sambung Rangga, sedikitnya pada tahun 2011 ini, dibutuhkan dana hingga USD600.000 selama empat bulan vaksinasi rabies.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini