Mahendradatta: TPM Tak Boleh Tangani Kasus Cikeusik

Bagus Santosa, Okezone · Minggu 20 Februari 2011 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 20 340 426682 DXiDkGkvJS.jpg Mahendradatta (hizbuttahrir.or.id)

JAKARTA- Tim Pembela Muslim (TPM) mengaku tidak diperbolehkan membela sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada 6 Februari lalu.

“Untuk masalah sekarang ini (Ahmadiyah) kami menurunkan 15 advokat dan hampir 24 jam ada di Polda (banten), tapi Tim Pengacara Muslim dianggap enggak ada, malah yang ditunjuk LBH karena ada pesenan dari Mabes Polri,” ungkap anggota TPM Mahendradatta dalam diksusi “Ahmadiyah Berulah Islam Difitnah” di Wisma Antara, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Mahendra menambahkan, pemicu awal tragedi Cikeusik merupakan ulah seorang warga Ahmadiyah yang membacok Sarta, warga Cikeusik.

“Ini adalah pancingan emosional dari Ahmadiyah. Misalkan ada ratusan anak-anak sekolah, jika dipukul salah satu nanti temen-temen akan bantuin. Ini psikologi massa,” terang Mahendra.

Dia pun membandingkan kekerasan Cikeusik dengan aksi pendukung sepakbola. “Jika (Ahmadiyah) atas nama pelanggaran HAM, tergantung yang mana, kekerasan yang mana? Kerusuhan bonek kok enggak? Tapi Komnas HAM malah mengurusi Ahmadiyah bukannnya bonek,” tuturnnya.

Dalam diskusi ini, Mahendra juga menyampaikan kondisi terakhir Sarta, salah seorang korban pembacokan Ahmadiyah. “Sarta adalah klien kami, lukanya juga belum sembuh bahkan masih mengeluarkan darah segar. Sarta adalah korban pertama yang terluka. Alat penyerangnya saya yakin adalah benda berkarat, jika tak mau disebutkan beracun, karena bengkak dan lainnya,” jelas Mahendra.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini