Pria Beristri Dua Tega Gauli Adik Ipar

Rohmat, Okezone · Selasa 22 Februari 2011 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 21 340 427138 m5B1Y8fO6D.jpg Ilustrasi (The Straits Times)

DENPASAR - I Made Mastika (42) akhirnya dijatuhi vonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Dia terbukti secara sah dan meyakinkan menyetubuhi adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur.

Vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Denpsar Amzer Simanjuntak lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dijatuhi pidana penjara 8 tahun.

Dalam amar putusannya, Amzer, menyatakan berdasarkan fakta-fakta persidangan dari keterangan saksi-saksi, semua menguatkan tindak perbuatan yang dilakukan bapak dua anak ini terhadap adik iparnya.

“Oleh karenanya menjatuhkan vonis kepada terdakwa dengan pidana 6 tahun penjara ditambah denda Rp60 juta atau subsider 2 bulan kurungan,” ujar Amzer di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (21/2/2011).

Majelis hakim menyatakan, unsur-unsur yang didakwakan kepada pria beristri dua itu telah terpenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Demikian pula perbuatan terdakwa juga telah melanggar Pasal 81 ayat (1) UU No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun.

Diuraikan, aksi bejat terdakwa melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur saat rumah dalam keadaan sepi, kecuali ada korban, terdakwa serta anak terdakwa yang masih balita.

Perbuatan tak senonoh dalam pengakuan terdakwa dilakukan selama tiga kali jika sang istri tidak ada di rumah. Aksi terakhir dilakukan saat korban diminta menjaga anaknya yang tengah menangis. Tak lama kemudian, terdakwa memberikan mainan kepada anaknya, sehingga anaknya berhenti menangis.

Saat itulah, terdakwa langsung menarik tubuh korban yang masih duduk di bangku SMP itu, masuk ke dalam kamar dan menidurinya hingga anak baru gede itu berbadan dua.

Mendengar putusan itu, terdakwa mengaku dapat menerima dan menyesali perbuatannya serta siap mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Usai sidang, Jaksa IGN Widana mengatakan, dari pengakuan terdakwa di luar persidangan, sebenarnya perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang. Saat siswi SMP itu mengandung secara tidak sengaja terjatuh sehingga, mengalami keguguran.

Ibu korban yang emosi melihat perbuatan menantunya itu, sangat marah besar sehingga melaporkan ke kepolisian untuk proses hukum.

Saat sidang berlangsung, nampak anak laki-laki dan istri terdakwa setia mengikuti jalannya sidang hingga ketika Mastika digiring ke sel tahanan di PN Denpasar.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini