Ambon Tak Aman Bagi Jurnalis

Awaludin, Okezone · Jum'at 25 Februari 2011 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 25 340 428906 QaF3c01uv8.jpg Jurnalis SUN TV Ridwan Salamun yang tewas dalam bentrokan di Maluku (Fot:Ist)

JAKARTA - Proses hukum kasus pembunuhan jurnalis Sun TV, Ridwan Salamun disinyalir kental rekayasa dari kelompok mafia lokal yang hendak membungkam jurnalis.

Tak ayal, kondisi penegakan hukum di Ambon sangat mengancam kebebasan jurnalis dalam menjalankan aktivitasnya. Demikian disampaikan Koordinator Maluku Media Centre Insani Syahbarwati dalam pertemuan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

Dalam pertemuan itu hadir Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti, dan beberapa pengurus lainnya. "Kondisi penegak hukum di sana tidak kami percaya. Berusaha membungkam jurnalis Maluku," ujarnya.

Menurut Insani, padahal ada protap dari polisi dalam mengantisipasi kejadian, tapi anehnya kepana tidak dilakukan. "Hanya ada tiga poisi di TKP dan jika mengawal mafia mereka akan melakukannya," tandasnya.  Melihat situasi demikian, Insani mengatakan posisi jurnalis tidak menguntungkan. "Jurnalis tak aman di Maluku," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti mengungkapkan makin berani saja kegiatan mafia lokal di Ambon untuk membunuh wartawan. "Saya tidak ingin republik ini dikuasai mafia," terang dia. 

Sekadar diketahui, dugaan skenario pembunuhan terhadap jurnalis Sun TV Ridwan Salamun bukan hanya terjadi di tingkat penyidikan kepolisian, tapi juga di persidangan. Ibrahim Raharusun, Hasan Tamnge, dan Sahar Renuat yang diduga menjadi otak pembunuhan Ridwan pada Agustus 2010 lalu, hanya dituntut 8 bulan penjara.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini