Dideportasi Bule Amerika Ancam Bakar Diri

Rohmat, Okezone · Kamis 03 Maret 2011 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 03 340 431100 FaxrFaMbVd.jpg Ilustrasi (foto: blog.friendster.com)

DENPASAR- Eli Gattenio (50) warga negara Amerika Serikat yang tinggal di  Vila Jalan Dewi Kunti, Seminya, Kuta, Bali, mengancam akan bunuh diri jika dirinya tetap dideportasi ke negaranya tanpa keempat anaknya.

Tindakan nekat Eli karuan membuat kepolisian sibuk dan khawatir sehingga dilakukan pengawasan ketat terhadap pria yang baru saja bercerai dengan istrinya itu.

Informasi yang dihimpun, pascacerai dengan sang istri, Sari Soraya Ruka bulan Mei 2010, Eli mulai depresi terlebih perceraiannya meninggalkan persoalan keperdataan yang belum selesai. Akibat perceraian itu, Eli terpaksa sendirian mengasuh keempat anaknya.

Tak berselang lama Eli juga harus menghadapi kenyatan pahit, dideportasi pihak imigrasi karena telah melakukan pelanggaran keimigrasian. "Dia Senin mendatang

(7/3) akan dideportasi ke negaranya lewat Bandara Ngurah Rai, " kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Bali, Darmawan Dauh lewat telpon, Kamis (3/3/2011).

Darmawan menambahkan, Eli dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian yakni penyalahgunaan izin tinggal. "Kalau keberatan dengan keputusan itu ya, bisa mengajukan banding, dia kan juga didampingi pengacaranya," ucapnya.

 

Lantaran bakal dideportasi itulah, Eli terus depresi berat sehingga mengancam hendak bunuh diri. Yang lebih berat lagi, dia dideportasi tanpa keempat anaknya,sehingga ia terus menolak rencana deportasi dengan melayangkan surat ke beberapa pihak meminta perlindungan termasuk ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Namun setelah dua bulan lamanya berjuang tanpa hasil, Eli mulai stres bahkan sampai nekat hendak bunuh diri dengan melompat dari lantai atas vila dan untungnya berhasil digagalkan pihak keamanan vila. Tidak hanya itu Eli juga mengancam melakukan aksi bakar diri jika ia tetap dideportasi tanpa keempat anaknya.

Melihat aksi nekat bule dari negeri Paman Sam itu, pihak kepolisian langsung mengantisipasi dengan melakukan pemantauan di kediaman Eli.

"Ada dua anggota yang melakukan pengamanan melekat di vila, sampai saat dia akan dideportasi Senin depan," kata  Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Muhammad Abdul Latif dikonfirmasi terpisah.

Latif menambahkan pasca ancaman hendak bunuh diri kini kondisi Eli berangsur stabil. "Dia baik-baik saja sekarang, bahkan kerap bercanda dengan anggota kami saat berada di Vila," kata Latif.

Hanya saja, meski kondisinya mulai membaik, namun pihaknya terus memonitor mengantisipasi hal tak terduga tiga hari menjelang pelaksanaan deportasi.

"Sejauh ini, belum ada indikator adanya tindakan pidana seperti ancaman dan lainnya, jadi ya kami hanya memonitor keadaanya saja," katanya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini