nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Narkoba, Pasangan WNA Dibekuk Polisi

Rohmat, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2011 13:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 03 08 340 432591 poDxMo9ijV.jpg Ilustrasi gelar barang bukti narkoba (Foto: Koran SI)

DENPASAR- Petugas Direktorat Narkoba Polda Bali menangkap warga negara Prancis berinisial CL (37) setelah diketahui membawa hasish seberat 2,01 gram yang disembunyikan di kamar rumahnya di Banjar Padang Lenjong, Desa Canggu, Kabupaten Badung.

Penangkapan pria yang lahir 31 Juli di Sarlat-La Cenade itu, bermula dari hasil pengembangan kasus narkoba jenis hasish dengan tersangka TR, warga negara Denmark yang kedapatan menelan 23 kapsul atau seberat 218 gram.

"Kami tangkap CL di Bandara Ngurah Rai, Bali, saat hendak menjemput TR," kata Direktur Narkoba Ditnarkoba Polda Bali Kombes Pol Mulyadi, Selasa (8/3/2011).

Keduanya diduga pasangan kekasih dan sudah pernah datang ke Bali pada 2010 lalu. Polisi menduga kuat CL menyimpan barang haram sehingga, dia digiring ke rumahnya di Jalan Batu Mejan, No 46 B, Banjar Padang Lenjong Canggu Kecamatan Kuta Utara. 

Benar saja, di rumah tersangka CL polisi menemukan hasish dalam bentuk lempengan coklat dengan netto 2,01 gram. Barang bukti tersebut disembunyikan, di antara kasur dan tembok di dalam kamar tidurnya.

Sedangakan TR, selama di Bali tinggal di Jalan Pantai Brawa, Gang Belibis No 1 Tibubeneng Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Total nilai keseluruhan mencapai Rp500 juta.

Menurut Mulyadi, kedua tersangka memang sudah diincar polisi sejak lama, sebab keduanya diduga merupakan pengedar lintas Negara. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber kepolisian termasuk Interpol, keduanya sudah menetap di Bali selama beberapa lama.

Pada Februari 2011, salah satu dari mereka yakni TR meninggalkan Bali dengan tujuan Peru. Perjalanan tersangka TL terus diikuti petugas melalui Interpol karena diduga merupakan pengedar besar lintas Negara.

"Kami berhasil menangkap jaringan komunikasi keduanya melalui telepon, kami juga masih dalami keterlibatan orang lokal dalam sindikat ini," ucap Mulyadi didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Sugianyar Dwi Putra.

Pada waktu yang bersamaan, petugas Ditnarkoba Polda Bali juga menangkap TR (35) wanita asal Denmark, yang nekat menelan 23 kapsul hasish seberat 218,23 gram ke dalam perutnya di parkiran bandara.

“Setelah ada informasi akurat, tersangka kami tangkap di parkiran bandara pada Kamis 3 Maret," kata Mulyadi. Saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba hanya saja dari gerak geriknya yang mencurigakan, petugas langsung membawa wanita kelahiran Gentofte 4 Agustus 1974 itu ke rumah sakit.

"Tersangka kami bawa ke Rumah Sakit BIMC Kuta, guna foto rontgen dan dari foto diketahui dalam rongga perut ada benda aneh dan mencurigakan," kata Mulyadi didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra.

Selanjutnya TR dibawa ke RS Bhayangkara Trijata, Denpasar untuk dilakukan perawatan karena petugas mensinyalir, tersangka menelan narkoba. Benar saja, setelah dilakukan perawatan akhirnya lewat anusnya, sejak pukul 17.25 Wita hingga pukul 19.22 Wita, keluar 23 butir bungkusan plastik dalam bentuk kapsul.

Setelah dilakukan penimbangan barang bukti narkoba itu, sambung Mulyadi, total beratnya mencapai 218,23 gram bruto.

"Kami jerat tersangka dengan Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp8 miliar," ucap Mulyadi.

Polisi masih mendalami keterkaitan TR dengan sindikat peredaran narkoba lintas negara. Sebab sebelumnya, tersangka sudah pernah datang ke Pulau Dewata dan diduga terlibat penyalahgunaan barang haram itu.

Kepada petugas, TR justru mengaku menelan lebih dari 50 butir kapsul berisi hasish. Namun sebagian lainnya telah keluar melalui kotoran di beberapa lokasi selama dalam perjalanan Bombai-Bangkok-Denpasar.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini