SBY Merasa Dipaksa Harus Me-reshuffle Kabinet

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Kamis 10 Maret 2011 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 10 339 433483 mWGlymQUVp.jpg

JAKARTA - Isu soal reshuffle kian menghangat dalam dua pekanĀ  terakhir, bahkan ada sejumlah nama yang telah muncul guna menggantikan posisi menteri yang diprediksi akan didepak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terkait hal tersebut, SBY mengatakan, hal tersebut seolah-olah mendorong dirinya untuk segera melakukan perombakan di dalam kabinet.

"Pertama menyangkut isu reshuffle, ini sudah berminggu-minggu sebenarnya dan arahnya memang menurut saya ada yang kurang logis begitu. Karena sampai pada satu titik saudara-saudara, seolah-olah saya dipaksa diharuskan didikte untuk segera melaksanakan reshuffle dan kemudian apa yang saya dengarkan mengapa lambat," kata SBY di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, (10/3/2011).

SBY menegasakan, sesungguhnya ini sangat ganjil karena bukan reshuffle tujuannya. Reshuffle itu boleh disebut sarana. Reshuffle dilakukan manakala ada alasan dan urgensi.

"Pada periode kabinet indonesia bersatu jilid pertama dulu saya melakukan tiga kali reshuffle itu pun ada alasan dan urgency reshuffle. Tapi mengaharuskan presiden harus reshuffle harus cepat dengan jadwal sendiri itu sesuatu yang kurang logis," tandas Presiden

Lebih lanjut SBY mengatakan, kalau mengerti sistem presiden kabinet presidensial, semua tahu pengangkatan dan pemberhentian menteri atau kabinet adalah prerogatif presiden.

"Presiden tentu dapat melakukan reshuffle manakala ada alasan, urgensi dan diperlukan agar kabinet tetap efektif atau semakin efektif di dalam menjalankan tugas-tugasnya," tutupnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini