Banjir di Gresik, Jalur ke Surabaya Dialihkan

Agus Ismanto, SUN TV · Senin 14 Maret 2011 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 14 340 434594 YEdnx9tVGg.jpg Ilustrasi banjir (Foto: Koran SI)

GRESIK - Banjir akibat luapan Sungai Lamong di Gresik, Jawa Timur semakin meluas. Banjir telah memutuskan jalan alternatif penghubung antarkota. Para pengguna jalan harus memutar sejauh 15 kilometer agar tidak terseret air.

Sejumlah pengendara sepeda motor sempat terseret arus karena nekat menerjang banjir yang menggenangi jalan di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme. Meski demikian tidak ada korban jiwa.

Polisi memasang rambu larangan melintas di sejumlah jalan yang terendam air setinggi 40 sentimeter, di antaranya Jalan Raya Morowudi di Kecamatan Cerme dan Jalan Raya Kepatihan di Kecamatan Menganti.

Para pengguna jalan yang akan menuju Surabaya, Mojokerto dan Lamongan, harus memutar sejauh 15 kilometer dengan melintasi jalan di Desa Metatu dan di Desa Duduk Sampena.

Banjir juga menyebabkan kemacetan sepanjang 5 kilometer di sejumlah ruas jalan di jalur penghubung Gresik dengan kota lain di sekitarnya.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Satria Permana, Senin (14/3/2011) mengatakan, arus air cukup deras sehingga membahayakan pengguna jalan. Untuk menghindari jatuhnya korban, kendaraan roda empat atau lebih dilarang melintas di ruas jalan alternatif Gresik dengan kota lain di sekitarnya.

Hingga Senin pagi banjir masih menggenangi kawasan permukiman penduduk dengan ketinggian mulai 50 hingga 70 sentimeter. Sementara areal genangan banjir telah merambah ke empat kecamatan, yakni Balungpanggang, Benjeng, Cerme, dan Menganti.

(ton)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini