Lagi, Negara Gagal Lindungi Rakyat

Danang Prabowo, Okezone · Rabu 16 Maret 2011 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 16 340 435517 62gMMTYiFo.jpg Aktivis gelar malam keprihatinan di kantor LBH Yogyakarta. (Foto: okezone)

YOGYAKARTA - Elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta Anti-Kekerasan (Aman) mengutuk keras pengeboman di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Mereka menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di Kantor Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ), Jalan Agus Salim, Yogyakarta, semalam.

Menurut Aman, maraknya kekerasan akibat lemahnya kepemimpinan nasional dalam menindak tegas para pelakunya. “Kami menuntut Presiden SBY bersikap tegas untuk membubarkan ormas-ormas yang selama ini mengatasnamakan agama dan melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok lain,” ujar koordinator aksi, Kari Triyaji.

Pihaknya mendukung penuh langkah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang melindungi segenap warga yang tinggal di Yogyakarta, termasuk jemaah Ahmadiyah.

Triyadi menyatakan persoalan Ahmadiyah harus dipegang oleh kepemimpinan yang berjiwa nasionalis.

“Kami menyesalkan ketidaktegasan SBY sehingga telah mendesentralisasi persoalan Ahmadiyah ke daerah. Permasalahan Ahmadiyah ini seolah SBY melakukan adu domba antar-warga Negara,” tudingnya.

Hal senada dilontarkan putri almarhum Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid. Dia menilai insiden bom di komunitas Utan Kayu merupakan perwujudan dari situasi kritis yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Terjadinya aksi kekerasan yang terus berulang dan tidak mendapatkan respons dari Pemerintah menyebabkan pihak-pihak yang pro-kekerasan akan terus mengulang tindakan kekerasan untuk menekan musuh-musuh mereka,” jelas Alisa.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Rakyat Mataram Yogyakarta, Widihasto Putra menyatakan praktik kekerasan harus disikapi secara serius. “Tidak boleh ada lagi pembiaran yang dilakukan pemerintah. NKRI mengusung supremasi hukum, bukan supremasi preman yang mengedepankan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,” tutur Widi.

Sedangkan dari pandangan Direktur LBH Yogyakarta, Irsyad Thamrin menegaskan Negara gagal memberikan rasa aman terhadap masyarakat. “Pemerintahan SBY gagal melakukan penghormatan terkait masalah hak kebebasan atau hak sipil politik warga Negara,” tegasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini