Di-Back Up TNI, Polri Tak Siap Jaga Kongres PSSI?

Muhammad Saifullah , Okezone · Selasa 29 Maret 2011 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 29 339 440048 maSwoFnIQ8.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Kehadiran sejumlah perwira dan prajurit TNI dalam kongres PSSI di Hotel The Premier, Pekanbaru, Riau, meski atas permintaan kepolisian untuk membantu pengamanan, tetap menuai kritik.

Sejumlah pihak curiga ada motif lain di balik kehadiran prajurit TNI berseragam lengkap tersebut. Sebab untuk kasus besar seperti terorisme saja kepolisian tidak meminta bantuan TNI. Selain itu juga ada fakta bahwa ada perwira tinggi TNI yang ikut mencalonkan diri dalam bursa ketua umum PSSI.

“Alasan polisi (meminta bantuan TNI) tak masuk akal. Apa polisi tak mampu mengamankan Kongres PSSI? Polisi harus lebih tegas dalam penegakan hukum. Apabila memberi ruang bisa diintervensi,” ujar Novia Rizky dari Solidaritas Masyarakat Sipil untuk Demokrasi (SMuD) kepada okezone di Jakarta, Selasa (29/3/2011).

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini gejala kembalinya militer ke ruang publik dan politik semakin menguat. Semisal, dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam operasi sajadah di Jawa Barat. Kemudian pengangkatan Sjafrie Sjamsoedin sebagai Wakil Menteri Pertahanan serta lolosnya beberapa petinggi militer sebagai kepala daerah.

“Salah satunya adalah lolosnya anggota militer aktif di Pemilukada Nunukan di Kalimantan Timur. Kami melihat ini upaya kembalinya militer untuk merajai seperti zaman ABRI dulu,” ungkapnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini