PSSI Pertarungan "Harga Diri" Golkar vs Demokrat

Muhammad Saifullah , Okezone · Rabu 30 Maret 2011 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 30 339 440478 HivgFRuCSz.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Indikasi dijadikannya Kongres PSSI sebagai arena pertarungan politik antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat semakin menguat.

Partai Demokrat menyokong penuh kebijakan Menegpora Andi Mallarangeng membekukan kepengurusan Nurdin Halid. Sementara petinggi Partai Golkar mulai mempertanyakan payung hukum kebijakan Andi Mallarangeng.

“Menurut saya apa yang disinyalir mulai kelihatan. Kongres PSSI menjadi pertarungan Partai Demokrat dan Partai Golkar. Kalau ini tak segera diselesaikan secara profesional, akhirnya tak ada orang bicara sepakbola, tapi politik,” ujar pengamat politik dari President University AS Hikam kepada okezone di Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Padahal, sambung Hikam, PSSI adalah organisasi masyarakat sipil dan pada umumnya lembaga semacam ini paling alergi diintervensi oleh kekuatan politik mana pun. Sama seperti organisasi profesi, serikat buruh, dan organisasi cendikiawan.

“Namun ketika Nurdin dan Andi Mallarangeng menggunakan pendekatan kekuasaan akhirnya mau tak mau PSSI terkontaminasi kepentingan politik. Sekarang sudah mulai dukung-mendukung. Pertanyaan mengenai aturan hukum sudah mulai dimunculkan dan Nurdin pun mulai memasang kuda-kuda ‘harga diri’ PSSI yang tentu bisa jadi harga diri Golkar,” urainya.

Mantan Menristek era kepemimpinan Gus Dur ini berharap, baik Nurdin maupun Andi sama-sama menurunkan tensi konflik dan fokus mencari solusi permasalahan di tubuh PSSI dengan segera menggelar kongres lanjutan.

Sehingga ke depan PSSI sebagai organisasi sipil kembali ke fitrahnya. Tidak menjadi semacam underbow partai politik seperti saat ini. “Harus cepat diselesaikan masalah ini, dikanalisasi,” tandasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini