Banjir Rendam Jalur Pantura 12 Jam

Arie Yoenianto, Koran SI · Minggu 03 April 2011 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 03 340 441759 ZIZ2j8CRCw.jpg (Foto: Arie Yoenianto/SINDO)

PASURUAN - Banjir di Jawa Timur kian meluas. Setelah wilayah Gresik-Lamongan terendam, kini giliran ruas jalur pantura Surabaya- Probolinggo, mengalami nasib serupa.

Jalur utama pantura tepatnya di Jalan Raya Ngopak Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan itu terendam banjir selama lebih 12 jam.

Banjir dengan ketinggian rata-rata 50 cm ini mengakibatkan kemacetan hingga 10 Km dari dua arah. Kendaraan yang hanya bisa berjalan merambat itu memakan waktu lima jam untuk bisa melintasi daerah banjir.

Hujan deras di kawasan hulu bagian timur Kabupaten Pasuruan, sejak Jumat sore, juga mengakibatkan banjir di tiga kecamatan yakni Grati, Rejoso dan Winongan. Sedikitnya 4.000 pemukiman warga dan areal persawahan terendam genangan banjir. Beberapa sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Ketinggian air ini mencapai rata-rata 50 cm. Menurut keterangan Ponco, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir telah menggenangi kawasan Kecamatan Winongan hingga kawasan Pabrik Gula Kedawoeng sejak Jumat petang.

Banjir ini baru menggenangi ruas jalan pantura yang lokasinya lebih rendah Sabtu sekira pukul 02.00 dini hari. Banjir di ruas jalur pantura ini merupakan yang kedua kali sejak banjir yang terjadi pada 7 Januari lalu.

Pantauan di lokasi langganan banjir ini, akibat musibah ini, kemacetan arus lalu lintas dari Surabaya dan Probolinggo ini mencapai 10 KM.Kemacetan ini semakin mengular karena satu-satunya jalur alternatif juga dipenuhi kendaraan mobil ukuran kecil dan sepeda motor.

“Kendaraan besar harus berjalan merambat agar bisa melintasi ruas jalur yang terendam banjir. Untuk kendaraan ukuran kecil, kami alihkan melalui jalur alternatif,” kata Kepala Pos Lantas Ngopak Polres Pasuruan, Aiptu Baidowi.  

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini