Share

Isu Asusila Anggota DPR Harus Diselidiki

Taufik Hidayat, Okezone · Selasa 12 April 2011 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 12 62 444905 802rUDxYBa.jpg

JAKARTA- Mantan anggota DPR, Permadi, secara blak-blakan menyebutkan bahwa banyak anggota DPR yang kerap berbuat seronok dengan sekretaris pribadinya. Bahkan tidak sedikit cleaning service menemukan bekas kondom di ruangan angota DPR.

Apakah pernyataan Permadi tersebut hanya untuk meruntuhkan wibawa wakil rakyat atau dengan terungkapnya perbuatan Anggota DPR, Arifinto yang menonto video porno saat sidang paripurna menjadi bahan evaluasi. Berikut petikan wawancara okezone dengan Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

 

Mantan anggota DPR Permadi mengatakan sering sekali ditemukan kondom di ruang anggota DPR di Senayan, apakah pernyataan tersebut membunuh karakter wakil rakyat?

Bisa iya (membunuh karakter). Makanya anggota DPR harus menindak lanjuti pernyataan pak Permadi kalau terbuktai dicari tahu dan diberi sanksi. Kalau tidak terbukti Pak Permadi harus klarifikasi. Tapi tidak usah pak Permadi dianacam dengan hukuman.

Bukankah isu tersebut pernah terdengar?

Itu isu lama yang terdenganr bahwa gedung DPR sering kali terjadi tindakan asusiala. Tetapi sejaua mana harus dibuktikan. Kalau memang tidak tepat pengetahuan Pak Permadi harus diungkap oleh ketua DPR. Itu fungsi ketua, berupaya menindaklanjuti pengakuan Permadi..

Mengapa anggota DPR sebagai wakil rakyat dapat berbuat demikian?

Kejadian (asusila) adalah alamiyah yang sudah ribuan tahun bertahan dan terjadi kalau kekuasaan terafiliasi dengan uang tindakan seperti itu sangat tinggi. Makanya dibuat atuaran sekarang yang dilakukan dengan kode etik. Tetapi mereka yang justru menggunakan wibawa untuk menunjukan naluri binatangnya, soal korupsi suap bagian dari naluri binatangnya.

Lalu apakah harus ada sikap seperti Arifinto Anggota DPR asal PKS, jika ada yang terbukti bersalah?

Iya. Apaya harus dilakukan Arifinto harus diapresiasi. mengingat kesalahannya tidak terlalau berat. Efeknya kepada bangsa ini hanya membuang waktu saat paripurana. Padahal banyak hal itu dilakuakan anggota DPR lainnya, seperti tidur, main Blackbarry. Bedanya pada saat yang bersamaan dia mengisi kekosongan dengan melihat video porno.(tht)

 

 

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini