Dituduh Pengikut Aliran Sesat, 2 Warga Diamuk Massa

Salman Mardira, Okezone · Minggu 17 April 2011 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 17 340 446929 vc3hwCG9HA.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

BANDA ACEH - Dua pengikut aliran Millah Abraham yang sudah divonis sesat oleh ulama, diamuk massa di rumahnya di kawasan Terminal Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Minggu (17/4/2011).

Amukan itu diduga kuat terjadi karena warga khawatir dengan penyebaran aliran tersebut. Akhir-akhir ini warga Banda Aceh dan sekitarnya sering diresahkan oleh isu adanya aliran sesat, khususnya aliran Millah Abraham.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Isharyadi mengatakan, massa mengepung kediaman dua warga tersebut sejak menjelang tibanya waktu salat Subuh tadi, hingga keduanya berhasil dikuasai.

Massa yang kalap menyerang kedua lelaki bernama Jimmy dan Aji itu, namun amukan tak berlangsung lama karena Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’duddin Jamal beserta sejumlah personel Satpol PP yang tiba di lokasi langsung mengamankan keduanya dari amuk massa, sebelum diserahkan ke Mapolresta.

“Wakil wali kota sama Satpol PP yang langsung mengamankan dan menyerahkannya ke kami. Jadi kondisi mereka tidak apa-apa,” kata Isharyadi kepada okezone di Banda Aceh.

Keduanya sekarang masih diperiksa di Mapolresta Banda Aceh. “Mereka masih diduga terlibat aliran sesat, belum tentu itu sesat. Sekarang masih dalam pemeriksaan, cukup dulu ya,” ujar dia menutup pembicaraan.

Aksi massa terhadap pengikut Millah Abraham ini bukan kali pertama terjadi di Banda Aceh. Akhir bulan lalu, tiga warga pendatang yang diduga kuat sebagai pengikut Millah Abraham juga diserahkan ke Polisi setelah diusir dari tempat tinggalnya di Kampong Peurada.

Sebelumnya di Kabupaten Bireun hal serupa juga terjadi. Sekitar 40 orang pengikut Millah Abraham dijemput di kediamannya masing-masing oleh warga, kemudian diserahkan ke Polisi. Mereka akhirnya disyahadatkan kembali secara missal oleh ulama-ulama di sana.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh beserta Muspida Aceh sudah menetapkan bahwa aliran Millah Abraham adalah sesat. Aliran itu menggabungkan ajaran Islam, Yahudi dan Nasrani, sehingga dinilai sangat bertentangan dengan Islam serta agama lain. Aliran ini dinilai juga menggabungkan pemahaman Alquran dengan injil.

Sebuah Peraturan Gubernur tentang larangan penyebaran aliran sesat sudah dikelaurkan dua pekan lalu oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sekaligus melarang Millah Abraham beserta 13 aliran lainnya untuk menyebarkan pengaruhnya di Aceh.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini