Cara Turunkan Biaya Pendidikan Dokter

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 20 April 2011 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 20 373 448103 Rnp8yqe37K.jpg Image : Corbis.com

JAKARTA - Seorang mahasiswa kedokteran bisa mengeluarkan biaya pendidikan hingga ratusan juta rupiah. Ini menjadikan akses pendidikan dokter terbatas bagi kalangan tertentu saja.

Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Nizam dalam Lokakarya Pendidikan Dokter di Indonesia menyampaikan, sedikitnya ada lima cara untuk menekan biaya pendidikan kedokteran.

"Selain efisiensi, kita bisa juga memanfaatkan resource sharing yakni pembagian pendanaan dari beberapa lembaga dan kementerian," kata Nizam di auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Rabu (20/4/2011).

Nizam menambahkan, selain masalah dana, menekan biaya pendidikan bisa dilakukan dengan meningkatkan mobilitas mahasiswa kedokteran. "Kita perlu memperluas perspektif mereka dan menerapkan pendidikan eksperimen. Penerapan metode pembelajaran yang efektif, serta hukum demand-supply juga bisa membantu menurunkan biaya pendidikan kedokteran," katanya mengimbuhkan.

Keterbatasan akses pendidikan dokter ini masih ditambah dengan kurangnya keberadaan fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan di Indonesia. Saat ini hanya ada 71 institusi pendidikan dokter (IPD) untuk tingkat sarjana kedokteran. "Jumlah ini masih kurang. Apalagi mengingat persebaran IPD yang masih menumpuk di pulau Jawa. Di Jakarta saja ada sepuluh fakultas kedokteran," kata Nizam.

Pada jenjang pascasarjana, baru ada 14 IPD untuk program S-2, dan delapan IPD program S-3.

Selain Nizam yang memaparkan materi tentang "Pendidikan Dokter yang Terjangkau dan Akses Masyarakat untuk Pendidikan Tinggi Kedokteran", lokakarya dua hari ini juga menghadirkan pembicara dari kalangan DPR RI dan Kementerian Kesehatan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini