Testimoni Mahasiswa UMM Lepas dari Jeratan NII

Deny Irwansyah, RCTI · Kamis 21 April 2011 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 21 340 448624 16ti1GIZ0I.jpg Ilustrasi penculikan (Foto: ist)

MALANG- Sembilan mahasiwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diduga diculik oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Namun tujuh di antaranya berhasil lolos dari penculikan tersebut. Lantas bagaimana mereka bisa terjerat?

HN, salah seorang mahasiswa UMM yang lolos dari jeratan NII menceritakan, para pelaku memang dikenal sangat pintar khususnya menghafal hadis dan penggalan Alquran.

“Sedikit sedikit mereka mengeluarkan hadis untuk meyakinkan kita,” kata HN saat ditemui wartawan, Kamis (21/4/2011).

Kedua orang yang kini masih buron itu mengatakan, negara yang saat ini penuh dosa. “Negara Islam adalah Negara yang bagus,” tandasnya.

Jika ingin bergabung, tambah NH, dirinya harus membayar uang Rp1,2 juta untuk melihat pohon emas yang ada di Jakarta. Nanti kalau sudah di sana, terserah kita mau bergabung atau tidak.

“Saya mulai bimbang, karena orangtua tidak memperbolehkan untuk pergi, ridho orangtua adalah yang utama. Kemudia salah seorang dari mereka mengatakan “Kalau kamu tidak berangkat menjadi orang kikir dengan agama. Pintu rezeki akan tertutup dan sebentar lagi kamu celaka,” tuturnya.

Sebelumnya pihak keluarga telah melaporkan hilangnya akan mereka yakni Agung Arief Perdana Putra dan Mahatir Rizki. Kedua mahasiswa UMM ini diduga merupakan korban penculikan kelompok NII.

Tidak hanya itu keluarga juga melaporkan kehilangan ke polisi. Sejumlah bukti dibawa, di antaranya bukti foto dua orang yang dilaporkan sebagai pelaku penculikan Feri alias Adam dan Fikri alias Muhayin, kini dalam peyelidikan polisi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini