nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Kembalikan Mahasiswi Korban NII ke Orangtua

Prabowo, Jurnalis · Senin 25 April 2011 14:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 04 25 340 449654 woApxmCGFt.jpg (NII Crisis Center)

SLEMAN- Kapolres Sleman Kompol Irwan Ramani tidak menahan dua mahasiswi yang sebelumnya diduga terlibat dalam jaringan perekrutan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di Yogyakarta.

Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, Polres Sleman menyimpulkan, mahasiswi berinisial FT dan RT itu bukan perekrut. Mereka justru menjadi korban jaringan NII.

“Keduanya koperatif saat kami mintai keterangan. Jiwa kedua mahasiswi yang memasuki semester akhir itu masih syok dan labil. Sesuai dengan permintaan keluarga, dan mengacu pada proses hukum yang berlaku, kami kembalikan keduanya ke keluarga,” ujar Irwan saat dikonfirmasi okezone, Senin (25/4/2011).

Mantan Kapolres Gunungkidul ini menambahkan, dua mahasiswi itu juga merupakan korban dari jaringan NII pada level bawah. Mereka dipengaruhi oleh jaringan-jaringan yang ada di atasnya.

“Keduanya korban ini hanya pada tataran paling bawah. Sementara, yang berada di level atas mereka masih kami lakukan penyelidikan. Masih kami dalami dan lacak keberadaan jaringan NII di atas mereka,” sambung Irwan.

Meski demikian, mahasiswi berinisial FT tetap dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

“Kami kembalikan dulu pada pihak keluarga. Namun proses hukum terus berjalan. Ini harus dipisahkan antara perekrutan NII dan penipuan. Kasus kedua mahasiswi itu penipuan,” jelasnya.

Irwan melanjutkan, bagi seseorang yang statusnya sebagai tersangka tidak semuanya harus menghuni sel tahanan. “Kan ada penangguhan penahanan. Selama, tersangka memenuhi aturan yang sudah ada, kami berikan itu (penangguhan penahanan, red),” ungkapnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini