Cuci Otak NII Dilakukan dalam Kondisi Sadar

Nurul Arifin, Okezone · Rabu 27 April 2011 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 27 340 450540 ZKJgCz9L6I.jpg Ilustrasi cuci otak (Foto: Ist)

SURABAYA- Cuci otak yang diduga dilakukan oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) berbeda dengan gendam atau hipnotis. Sebab, seorang korban yang dicuci otaknya dalam keadaan sadar. Sedangkan hipnotis atau gendam dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Menurut Jauhari Hamid, mantan Hakim di Mahkamah Militer, cuci otak yang diduga dilakukan oleh NII tidak jauh beda dengan model-model di setiap organisasi maupun militer.

Dia mengungkapkan, cuci otak sama halnya yang terjadi ketika masuk akademi militer. Bedanya, saat cuci otak di akademi militer, peserta dipaksa untuk berbuat sesuai dengan disiplin militer.

Sedangkan cuci otak di NII, lebih halus dengan doktrin-doktrin yang selama ini dianggap sesat. 

"Waktu pertama masuk ke militer saya benci dengan sikap-sikap militer. Tapi setelah ditempa dengan cara pelatihan fisik dan mental menjadi down," kata dosen Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, ini saat berbincang dengan okezone, Rabu (27/4/2011).

Ketika mental dan fisik sedang down, dengan mudah mereka memasukkan paham dan doktrin yang ada. Intinya teknis pelaksanaan yang digunakan berbeda.

Dia mencontoh, ketika masuk mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan orientasi pengenalan kampus (Ospek). Saat itu mahasiswa baru dicuci otaknya oleh seniornya agar sikap semasa SMA ditinggalkan dan berganti dengan pola pikir mahasiswa yang kristis.

Sedangkan kalau gendam atau hipnotis, korban tidak sadarkan diri karena yang bergerak alam bawah sadar. Korban cuci otak bisa sembuh hanya dari diri sendiri.

Seperti yang terjadi pada korban cuci otak asal Malang yang sadar bahwa tindakan untuk mengkafirkan orangtuanya adalah salah. "Penangkalnya adalah memperbanyak pengetahuan tentang agama, moral, dan berpikir logis," tandasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini