nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Organisasi Keagamaan Kampus Edukasi Generasi Muda

Jum'at 29 April 2011 17:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 04 29 95 451553 DuOofJBtjX.jpg Foto: dok. pribadi

POTENSI teror kian merebak di Indonesia tak tanggung-tanggung kini paket bom dikirim secara personal kepada orang yang dianggap laganya cukup kontroversial di panggung publik. Tengok saja penerima paket bom buku beberapa waktu lalu. Ulil Abshar Abdalla merupakan tokoh dari Jama’ah Islam Liberal yang dikenal cukup unik dalam mengartikulasikan Islam atau Ahmad Dhani yang selama ini disinyalir sebagai tokoh Yahudi di Indonesia. Perbuatan ini tentunya memang ditujukan untuk memancing kecurigaan antar anggota masyarakat atau yang lebih spesifiknya antar umat beragama dimana yang menjadi pusat perhatian adalah umat beragama Islam.

Tentunya tidak fair jika langsung menuduh bahwa aksi ini dilakukan oleh salah satu kelompok umat beragama sama karena hingga saat ini kepolisian bahkan Badan Intelejen Negara (BIN) belum dapat menemukan siapa pelakunya. Hal ini tentunya amat disayangkan mengingat spekulasi mengenai kelompok mana yang menebar teror bom buku terus berkembang di masyarakat. Bila hal ini terus berlanjut maka bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi konflik horizontal.

Melihat fenomena yang ada disadari atau tidak salah satu golongan masyarakat yang cukup terpengaruh emosinya terkait bom buku ini adalah generasi muda baik yang dalam tulisan ini saya asosiasikan dengan mahasiswa. Mahasiswa seperti yang telah diketahui bersama merupakan  komunitas yang unik hal disebabkan karena posisinya yang tepat berada di tengah struktur masyarakat.

Mahasiswa dapat menjadi penyambung lidah rakyat kepada pemerintah, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang berpikir menggunakan logika, retorika dan bukan fisik belaka. Karena hakikatnya yang demikianlah maka disematkan kata “maha”, akan tetapi yang perlu diperhatikan disini, masih terdapat kata “siswa” dalam predikatnya yang berarti masih terdapat potensi untuk mudah terpengaruh dan terpancing isu yang tengah marak.

Untuk itulah menurut penulis perlu diperhatikan bagaiman kondisi komunitas ini dalam situasi teror yang tengah marak saat ini sebab dengan posisi dan potensi intelektualnya mahasiswa merupakan contoh bagi masyarakat luas dalam menghadapi situasi teror terutama bila dikaitkan dengan kerukunan umat beragama. Maka menurut penulis peran dan fungsi organisasi keagamaan di kampus amatlah penting bahkan seharusnya dijadikan alat untuk rekayasa sosial dalam rangka membentuk masyarakat yang lebih bijaksana.

Peran strategis organisasi keagamaan kampus ialah sebagai penetralisir kecurigaan antar umat beragama dan teladan bagi kalangan intern mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat luas . Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan diskusi antar organisasi keagamaan di kampus untuk membahas isu-isu terkini terkait hal-hal yang menyinggung kerukunan umat beragama. Isu ini wajib untuk diangkat dan dibahas bukan malah disembunyikan dan membuatnya seolah-olah tidak pernah terjadi. Dengan adanya diskusi ini maka akan jelas di mana posisi umat beragama (dalam hal ini mahasiswa) dalam menyikapi pelaku teror di bumi pertiwi.

Diskusi yang dilakukan oleh antar organisasi kelembagaan ini tentunya berbeda dengan diskusi yang dilakukan oleh para pejabat yang marak di media massa karena posisi mahasiswa masih dianggap bersih dan netral, maka penulis yakin dampaknya pun akan lebih baik. Selain itu diskusi dan kegiatan bersama organisasi keagamaan ini juga dapat menjadi media kampanye yang efektif bagi generasi muda setara sekolah menengah. Hal ini disebabkan pembawaan mahasiswa yang aktif, lincah dan berjiwa muda lebih mudah diterima oleh mereka.

Karenanya penulis mengusulkan agar dibentuk suatu forum kajian antar lembaga keagamaan di kampus  yang dapat mengedukasi terkait kerukunan umat beragama bagi generasi muda. Forum ini nantinya akan terus mengembangkan dirinya hingga tak hanya melakukan diskusi tetapi juga kerja sama sosial yang akan melibatkan masyarakat dalam rangka membina kerukunan umat beragama.

Lita Paromita Siregar 

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Ketua Keputrian Lembaga Dakwah Fakultas SERAMBI (Senantiasa Bernuansa Islam) FHUI 2011

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini