Share

Osama dan Masa Depan Terorisme di Indonesia

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Selasa 03 Mei 2011 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 03 62 452541 QApp7lQXPv.jpg Osama Bin Laden (Foto: Daylife)

JAKARTA - Osama bin Laden, gembong teroris global yang paling diburu Amerika Serikat sejak serangan mematikan ke menara kembar World Trade Center 11 September 2001 akhirnya tewas dibunuh oleh pasukan elit AS Navy Seals kemarin.

 

Kematian Osama diyakini akan menyurutkan gerakan Al-qaeda yang konon kerap mensponsori serangan teror di berbagai belahan dunia termasuk Bom Bali I. Meskipun, seperti disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kematian Osama tak akan membuat aksi teror berhenti.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

Lantas, bagaimana dampak kematian Osama terhadap terorisme di Tanah Air? berikut wawancara okezone dengan pengamat intelijen Wawan Purwanto, Senin (2/5/2011).

 

Bagaimana dampak kematian Osama terhadap terorisme di Indonesia?

 

Sebenarnya tidak ada hubungan emosional antara teroris di Indonesia dengan Osama sekarang ini. Kalau bom Bali I masih ada hubungan emosional. Namun, sebagian dari mereka sudah dihukum mati, sebagian lagi melarikan diri dan kabur ke Filipina dan sebagian tertangkap.

 

Artinya, tidak ada pengaruhnya?

 

Pengaruh tetap ada. Tapi tidak lantas aksi teror hubungannya dengan Osama. Sekarang ini kan sasaran teroris berubah, dulu sasaran orang asing sekarang justru siapa yang menghalangi tujuan mereka, misalnya aparat keamanan dan pejabat publik. Jadi, sekarang itu beda dengan kondisi sebelumnya.

 

Secara regional di Asia Tenggara seperti apa sebenarnya peran Osama?

 

Kalau di Asia Tenggara terutama Hambali yang ditugasi mengirim uang atau sebagai kurir baik ke beberapa negara dan Bali pada saat bom Bali I.  Osama berperan memberikan donasi. Kalau pelatihan kan sebagian alumni Afghanistan sehingga pelatihan bisa dilakukan. Belakangan kan pelatihan ada di negara kita juga.

 

Jadi peran Osama selama ini paling besar sebagai donatur?

Dia penyumbang dana utama meskipun lewat kurir dan juga tenaga-tenaga terlatih ikut menyiapkan medan pelatihan. Itu peran utamanya dan tentu saja strategi dalam menerapkan pola serangan, pertahanan dan logistik selama melakukan pertempuran.

 

Jadi, kematian Osama tak akan menghentikan teror di Indonesia?

 

Kalau serangan ke aparat kemungkinan tetap ada, kemudian ke pejabat publik yang dianggap mengeluarkan kebijakan penyerangan kelompok mereka itu masih terjadi. Tapi kalau sasaran orang asing ini yang tidak, karena dulu rata-rata kelompok lama, sekarang kelompok baru kebanyakan berhadapan dengan aparat.

 

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini