Longsor 15 Titik Tutup Jalan Lintas Sulawesi

Andi Aisyah, Okezone · Rabu 04 Mei 2011 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 04 340 453058 V7JyeSb4e1.jpg Alat berat membuka titik longsor di Luwu Timur (Foto: Andi Aisyah/okezone)

MALILI- Banjir dan Longsor menjadi kado ultah kedelapan Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan pada Selasa 3 Mei kemarin. Jalan lintas Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara terputus akibat tertutup sedikitnya 15 titik longsor.

"Hujan selama dua hari terakhir menjadi penyebabnya, iya inilah kado di hari ultah Luwu Timur. Kami akan berusaha menangani sebaik mungkin," tutur Wakil Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler kepada okezone di lokasi bencana, Rabu (4/5/2011).

Husler datang ke lokasi selasa sore usai menghadiri puncak peringatan HUT ke-8 Lutim di Lapangan Mangkutana sejak Selasa pagi.

Sebanyak lima rumah hanyut terbawa banjir dan longsor, tiga rumah di antaranya di Batu Minggoro, Desa Harapan, Kecamatan Malili, terbawa material longsoran yang turun dari arah hutan di atasnya.

Sedangkan dua rumah lainnya hanyut terbawa banjir bandang di Lampia Desa Harapan Kecamatan Malili. Rumah itu hanyut bersama seluruh isinya di bantaran Sungai Lampia.

Hingga Selasa sore, ada dua alat berat yang membuka titik-titik longsor. Hingga saat ini masih tersisa 15 titik longsor.

"Kami akan tambahkan dua alat berat lagi besok hari. Sepertinya pembukaan titik longsor baru dapat selesai tiga hari ke depan," ujar mantan Kepala Dinas Pertambangan Lutim ini.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa. Kerugian materi pun belum dapat ditaksir. "Kami akan fokus pada pembukaan titik longsor hingga perbatasan Sulawesi Tenggara dulu. Semoga pemda Sultra juga melakukan hal serupa," pungkas Wakil Bupati.

Pantauan okezone, titik longsor berada di jalan yang di sebelah kirinya hutan yang sebagian besar dikelola beberapa perusahaan tambang. Di sebelah kanan jalan adalah jurang dengan air laut di rumahnya.

Akibat longsoran itu, air laut di Teluk Bone itu berubah menjadi kemerahan hingga sekira satu mil ke tengah laut.

Bahkan hingga malam ini Desa Kalaena Kecamatan Wotu yang berada di bantaran Sungai Kalaena masih terendam air hingga sepinggang orang dewasa. Ratusan rumah masih terencam air banjir.

Hujan di Kab Lutim menyebabkan tiga sungai meluap. Sungai Lampia', Sungai Kalaena dan Sungai Malili. Sungai Malili yang melintasi Kota Malili meluap hingga ke pinggir jalan raya. Akibatnya sejumlah pedagang kaki lima yang biasanya berjualan terpaksa meliburkan diri.

Kabupaten Luwu Timur adalah kabupaten pemekaran dari tetangganya Luwu Utara. Wilayah kabupaten ini membawahi perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia PT INCO.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini