Share

Unicef Kembangkan Kerja Sama dengan Kampus

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 06 Mei 2011 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 06 373 454030 90YMim1hci.jpg Ilustrasi: ist.

JAKARTA - Organisasi PBB yang menangani masalah kesejahteraan anak, United Nations Children's Fund (Unicef) mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam bidang penelitian.

Pemerhati anak-anak dari Universitas Diponegoro (Undip) Johanna Maria Kodoatie mengatakan, saat ini ada perubahan paradigma dari Unicef yaitu dari sekadar memberikan bantuan menjadi bekerja sama dengan para peneliti dari universitas. 

"Perubahan paradigma ini diperlukan untuk menyokong penelitian sehingga dapat menjadi rujukan bagi para pengambil keputusan," kata Johanna dalam keterangan tertulis Undip, Jumat (6/5/2011).

Tak hanya itu, Unicef juga tengah mengembangkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan agar lebih berperan sesuai kapasitas masing-masing. "unicef juga berusaha memengaruhi kebijakan pemerintah agar mengutamakan kepentingan anak-anak," Johanna mengimbuhkan.

Paparan Johanna disampaikan ketika menghadiri kuliah umum yang diberikan Kepala Unicef bagian Kebijakan Sosial dan Monitoring di Indonesia Niloufar Pourzand, di kampus Undip, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Rektor Undip Sudharto P Hadi mengemukakan, anak-anak merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. "Bunga yang indah berasal dari biji-biji yang baik juga, jadi kita harus merawat biji itu dengan baik agar dapat tumbuh dengan baik dengan tidak mengabaikan hak-haknya," katanya menegaskan.

Pourzand yang menyampaikan materi dengan tema Research Potential on Child-Reated Issues: UNICEF Experiences and Roles of Business and Economics Academia tersebut memaparkan, Unicef memiliki fokus mendukung pemerintah dalam mewujudkan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang mendasari semua prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurut Poyrzand, ada empat prinsip yang perlu dikembangkan dalam pemenuhan konvensi itu yakni non-diskriminatif; melihat hal yang paling menarik bagi anak; hak untuk hidup, bertahan dan berkembang; serta menghargai sudut pandang anak.

Perempuan yang berpengalaman bekerja di negara-negara yang dilanda perang, konflik, revolusi, bencana alam, dan negara-negara tertinggal itu menegaskan, Unicef mengutamakan HAM anak-anak secara universal. "Kami telah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi situasi anak-anak sehingga dapat menghasilkan penelitian yang berguna bagi pengambil keputusan," kata Pourzan pada acara yang dihelat oleh program doktor Ilmu Ekonomi undip itu.

Pourzand menambahkan, Unicef juga mendirikan The Convention on Elimination of All Form of Discrimination Against Women (CEDAW). Kelahiran konvensi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa gender juga merupakan hal fundamental dalam penegakan hak asasi yang juga berpengaruh pada anak-anak.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini