Lagi, 300 Imigran Diselundupkan Lewat Sukabumi

Toni Kamajaya, Koran SI · Minggu 15 Mei 2011 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 15 340 457266

SUKABUMI - Polres Sukabumi mencatat sepanjang tahun 2009 hingga Mei 2011 terdapat delapan kasus penyelundupan manusia (people smuggling) yang melibatkan 300 orang imigran. Mereka diselundupkan melalui perairan Pelabuhan Ratu dengan tujuan akhir Pulau Christmas, Australia.

"Dalam kurun waktu tiga tahun, terdapat 300 orang imigran yang memanfaatkan jalur laut Sukabumi sebagai titik penyeberangan menuju Australia. Para imigran gelap itu umumnya berasal dari negara-negara Timur Tengah, seperti Irak, Iran dan Afganistan," ujar Wakil Kepala Polres Sukabumi, Kompol Febry Kurniawan Ma’aruf, Minggu (15/5/2011).

Dari sepanjang perairan Pelabuhan Ratu terdapat dua titik rawan digunakan sebagai lokasi penyeberangan, yakni Pantai Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu dan Pantai Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap. Karena itulah, jajaran Polres membentuk satuan tugas (Satgas) yang bertugas memperketat pengawasan di kedua titik tersebut yang menjadi perbatasan wilayah melalui darat maupun laut. Di samping itu, kepolisian juga menjalin kerjasama dengan International Organization Migrant (IOM).

"Penyebab lainnya yang menjadikan Sukabumi sebagai lokasi penyeberangan adalah ketidaktahuan masyarakat akan tindak kejahatan penyelundupan manusia. Tidak sedikit nelayan maupaun anak buah kapal (ABK) yang mau melayani penyeberangannya dengan bayaran yang relatif murah. Peranan masyarakat ini sangat penting untuk pengungkapannya," tegas Febry.

Kasus terakhir penyelundupan manusia terjadi pada awal Mei 2011 silam. Sebanyak 34 orang imigran gelap asal Timur Tengah ditangkap saat akan menyeberang ke Pulau Chrsitmas, Australia melalui jalur laut Pelabuhan Ratu. Puluhan imigran gelap tersebut terdiri dari 16 orang warga negara Iran, 15 orang berasal dari Irak, dua orang dari Kuwait, dan satu orang imigran lainnya dari Australia yang diduga bertindak sebagai perantara.

Mereka ditangkap di dua tempat berbeda, yakni lintasan Parungkuda saat mengendarai lima unit mobil pribadi dan sebuah tempat peristirahatan di Kecamatan Pelabuhan Ratu.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini