Share

Tujuh Provinsi Terburuk UN 2011

Senin 16 Mei 2011 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 16 373 457446 px22DW2ODq.jpg Mendiknas Mohammad Nuh (Foto: Rifa/okezone)

JAKARTA– Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengawasi secara khusus tujuh provinsi yang memiliki tingkat ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) 2011 tertinggi.

Provinsi yang persentase ketidaklulusannya tertinggi itu adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketidaklulusan 1.813 siswa dari 32.532 peserta UN atau 5,57 persen, Bangka Belitung 250 siswa tidak lulus dari 6.035 siswa (4,14 persen), Kalimantan Tengah 595 siswa tidak lulus dari 14.880 peserta (4 persen).

Selanjutnya, Papua 430 siswa tidak lulus dari 13.090 peserta (3,38 persen), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 1.701 siswa tidak lulus dari 53.387 peserta (3,19 persen), Sumatra Barat 1.167 tidak lulus dari 43.211 peserta (2,7 persen), dan Sulawesi Tengah 487 siswa tidak lulus dari 19,071 peserta (2,55 persen).

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, Kemendiknas akan mengintervensi ketujuh provinsi dengan tingkat ketidaklulusan UN tinggi tersebut. Tahun lalu, ujarnya, Kemendiknas menggelontorkan dana Rp1 miliar kepada 100 daerah yang memiliki tingkat ketidaklulusan UN tinggi.

“Pemerintah kan tugasnya membina, jadi saya tidak boleh membiarkan begitu saja. Pembinaan akan terus berlanjut hingga mereka (daerah) memperoleh yang terbaik,” tegas Nuh di Gedung Kemendiknas, Jakarta, kemarin.

Mendiknas menjelaskan, dana Rp1 miliar tersebut dapat dimanfaatkan untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak, penambahan infrastruktur baru, pembelian buku ataupun renovasi perpustakaan dan peningkatan kualitas guru dengan pelatihan serta sertifikasi.

Menurut Nuh, pembinaan ini bersifat wajib. Sebab, tujuan UN bukan sekadar lulus atau tidak lulus, tetapi juga sebagai pemetaan untuk dilakukan perbaikan.

Selain memberikan dana,Kemendiknas juga akan melakukan penelitian terhadap lima sekolah yang tingkat kelulusannya mencapai nol persen, di antaranya di Jakarta, Aceh, Jambi, Maluku, dan Papua. "Ada apa di sana? Apakah muridnya sedikit sehingga malas belajar?" tanya Nuh.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 2.388.541 siswa jenjang SMA/SMK dan yang sederajat dinyatakan lulus pada UN tahun ini, sedangkan 16.088 siswa dinyatakan tidak lulus. Jika dibandingkan angka kelulusan UN SMA tahun lalu, maka ada peningkatan sekira 0,08 persen. Pada 2010, tingkat kelulusan UN berada di kisaran 99,04 persen.

Untuk jenjang SMA, siswa yang lulus UN 2011 mencapai 1.450.498 siswa atau 99,22 persen, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 11.433 siswa atau 0,78 persen. Untuk SMK, jumlah siswa yang lulus mencapai 938.043 siswa atau 99,51 persen. Sementara yang tidak lulus sebanyak 4.655 siswa atau 0,49 persen.

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menilai, Kemendiknas terlalu menggampangkan masalah jika menyamaratakan insentif Rp1 miliar ke setiap daerah yang dimaksud. Padahal, tidak semua daerah memiliki ciri yang sama. “Pastinya, masalah dan tingkat beratnya masalah berbeda. Peserta didik serta sarana dan prasarana di tiap daerah juga berbeda,” tandasnya. (neneng zubaidah/sindo)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini