Share

Siswa Tak Lulus UN Banyak dari Pedesaan

Muhammad Roqib, Koran SI · Senin 16 Mei 2011 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 16 373 457801 tA3vk8JiZm.jpg Ponpes Al-Rosyid, Alamul Huda, doa bersama dan sujud syukur. (Foto : M Roqib/sindo)

BOJONEGORO – Sebanyak 18 siswa SMA/SMK dan MA di Bojonegoro dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini. Sebagian besar siswa yang tidak lulus ini berada di daerah pedesaan di Bojonegoro.

 

Hasil resmi UN itu diumumkan melalui sekolah masing-masing di Bojonegoro, kemarin. Siswa yang tidak lulus itu di antaranya satu siswa SMA Darul Ulum, satu siswa SMK Ngasem, dua siswa SMA PGRI Bojonegoro, dan satu siswa SMK Taruna Bojonegoro. Dari 12.249 siswa SMA dan SMK yang mengikuti UN tahun ini, sebanyak lima siswa tidak lulus. Dengan begitu, tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK tahun ini sekitar 99,9 persen.

 

Sementara, siswa MA yang tidak lulus UN tahun ini yakni dua siswa dari MAN 2 Bojonegoro, 10 siswa MA Darussalam Sumberejo, satu siswa MA Nurul Ulum Purwosari. Dari 2.936siswa MA yang mengikuti UN, sebanyak 13 siswa tidak lulus. Tingkat kelulusan UN MA tahun ini sekitar 99,6 persen

 

Menurut Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi, tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK di Bojonegoro tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2010.”Tahun 2010 lalu, tingkat kelulusan 95 persen,” ujarnya, Senin (16/5/2011).

Dia mengakui, sebagian besar siswa SMA, SMK maupun MA yang tidak lulus UN tahun ini berasal dari sekolah di kecamatan dan pedesaan. Oleh karena itu, kata dia, ke depan program pendidikan siswa SMA/SMK dan MA di luar kota itu akan lebih ditingkatkan.” Iya, itu menjadi  pekerjaan rumah bagi kami,” ujarnya.

 

Sementara itu, suasana gembira menyambut kelulusan UN SMA/SMK dan MA terasa di MA Ponpes Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, kemarin. Tidak ada acara hura-hura apalagi konvoi yang dilakukan oleh siswa di sekolah ini menyambut kelulusan itu, melainkan mereka melakukan doa bersama dan sujud syukur

 

Saat pihak sekolah mengumumkan kalau semua siswa MA Al-Rosyid lulus 100 persen, siswa langsung berteriak histeris karena gembira. Bahkan, para siswi terlihat saling berpelukan dan menangis meluapkan kegembiraan.

 

“Saya senang sekali dengan kelulusan ini. Usaha keras kami belajar akhirnya membuahkan hasil menggembirakan,” ujar Fatiya Rosyida, salah satu siswi di MA Al-Rosyid.

 

Sementara itu menurut pengasuh Ponpes Al-Rosyid, Alamul Huda, doa bersama dan sujud syukur yang dilakukan oleh siswa itu bertujuan untuk mensyukuri kelulusan itu. Selain itu, cara itu dinilai lebih bermanfaat daripada hura-hura dan konvoi. “Mereka harus memikirkan setelah lulus ini mau kemana. Bukan meluapkan kegembiraan dengan konvoi,” ujarnya

 

Siswa Al-Rosyid yang mengikuti UN SMA/SMK dan MA tahun ini sebanyak 108 siswa. Semuanya dinyatakan lulus UN.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini