Kecil Peluang SMI Jadi Capres 2014

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Kamis 19 Mei 2011 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 19 339 458700 pegvsVjnbb.jpg Siluet Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani dalam satu acara di Manila, Filipina, 6 Desember 2010 (daylife)

JAKARTA - Peluang Sri Mulyani Indrawati menjadi calon presiden tahun 2014 diperkirakan kecil. Selain secara politik mudah diserang dengan tuduhan bersalah dalam kasus bailout Bank Century, dia juga tak memiliki partai politik sebagai kendaraan menuju RI 1.

 

Demikian dikatakan pengamat politik Ray Rangkuti menanggapi munculnya gerakan Sri Mulyani Indrawati (SMI-Keadilan). SMI-Keadilan mengkampanyekan Sri Mulyani sebagai calon presiden 2014 dan dimotori sejumlah pendukungnya seperti Arbi Sanit, pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia.

 

“Pencalonan itu boleh-boleh saja tetapi menurut saya banyak kontroversinya nanti ketimbang dukungan terhadap Sri Mulyani. Dia kemungkinan akan menjadi bulan-bulanan karena tidak tuntasnya kasus Century,” katanya saat berbincang dengan okezone, Kamis (19/5/2011).

 

Lagipula, Ray melanjutkan, tidak banyak prestasi Sri Mulyani selama menjabat Menteri Keuangan di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa ‘dijual’ untuk menarik dukungan rakyat dan partai politik. Kalaupun keberhasilan reformasi birokrasi diunggulkan, hanya dalam lingkup kecil Kementerian Keuangan saja.

 

“Dan itu pun masih ada Gayus,” kata Ray merujuk pada terpidana mafia hukum Gayus Halomoan Tambunan, pegawai golongan III A di Direktorat Jenderal Pajak.

 

Secara ideologi, Sri Mulyani  juga diperkirakan akan banyak ditentang generasi muda baik mahasiswa maupun pemuda karena dia dicap sebagai antek asing dan mudah dituduh menginginkan ketergantungan Indonesia terhadap lembaga IMF atau Bank Dunia. Demikian juga dengan penerimaan partai Islam seperti PKS dan PPP yang akan sulit mencalonkan perempuan sebagai presiden.

 

“Kalau PDI Perjuangan sudah jelas mazhabnya, kalau merekrut Sri Mulyani sama saja dengan menampar wajah mereka sendiri,” ujar Ray.

 

Adapun partai Golkar, Ray berpendapat peluangnya sama-sama berat karena sebagian pendukung Sri Mulyani seperti Rocky Gerung, Robertus Robert dan Arbi Sanit, selama ini sangat kritis terhadap partai tersebut. Mereka bahkan menganggap Golkar adalah warisan orde baru.

 

“Satu-satunya peluang ya calon independen tapi syaratnya MPR setuju amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Kalau tidak ya sulit,” katanya.

 

 

 

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini