Gas CO2 Gunung Dieng Bisa Menyembur dari Tanah

Elis Novit, SUN TV · Rabu 01 Juni 2011 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 01 340 463333 6WQYrrT7Dx.jpg Ilustrasi (flickr)

BANJARNEGAR- Kadar Gas karbondioksida (CO2) Gunung Dieng hingga Rabu (1/6/2011) masih fluktuatif. Terakhir, kadar gas membahayakan itu meningkat hingga 10 kali lipat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di posko Dieng, gempa yang terjadi di sekitar Gunung Dieng dapat membuat rekahan tanah, terutama di radius 1.000 meter dari Kawah Timbang.

Tanah yang membuka itu sangat mungkin mengeluarkan gas beracun dan sangat membahayakan jika dihirup manusia dan hewan.

Sehingga, ancaman gas berbahaya kini tidak hanya datang dari Kawah Timbang, namun bisa juga dari dalam tanah.

Beruntung, warga di Dusun Simbar dan Serang, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, sudah mau mengungsi setelah pemerintah setempat, Kepolisian, Kodim, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan pendekatan.

Hingga kemarin tercatat 1.179 warga yang mengungsi di beberapa titik pengungsian, termasuk posko SMA I Batur, Banjarnegara. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah karena belum termasuk warga yang sebelumnya menolak meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu sejak Selasa kemarin sekira 70 pengungsi mulai terserang Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meski belum dalam taraf membahayakan. Petugas posko dari Dinas Kesehatan dan PMI dengan sigap memberikan pelayanan sehingga tidak ada yang perlu dirawat secara intensif.

Tiga orang masih dalam perawatan di posko kesehatan SMA I Batur, sebagian karena penyakit bawaan yang sudah diderita sebelum Gunung Dieng dinaikkan statusnya menjadi โ€˜Siagaโ€™.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini