Share

Sebelum Ekstradisi, Mladic Ziarah ke Makam Putrinya

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Kamis 02 Juni 2011 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 02 414 463724 PgXTmgSeLw.jpg Ratko Mladic dan putrinya, Ana di sebelah kanan. (Foto: Dailymail)

BELGRADE - Mantan Komandan Militer Serbia Bosnia Ratko Mladic mengunjungi makam putrinya, Ana Mladic, yang tewas bunuh diri dengan pistol kesayangan ayahnya pada usia 23 tahun. Ziarah tersebut dilakukan Mladic sebelum dirinya diekstradisi ke Hague, Belanda, guna menghadapi persidangan sebagai penjahat perang.

 

Pada saat masih berkuasa, Mladic mengatakan putrinya tewas karena dibunuh oleh musuh namun banyak orang percaya, Ana bunuh diri setelah membaca kekejaman ayahnya di koran.

 

Ada juga yang mengatakan Ana bunuh diri karena pernah dilecehkan setelah orang tahu dia putri Mladic dalam sebuah konferensi di Rusia. Kejadian itu diyaknini meninggalkan trauma pada diri Ana.

 

Sebagian besar orang yang mengenal Mladic ketika itu setuju bahwa kematian Ana telah membuat Mladic hampir putus asa dan mengubahnya menjadi seorang maniak yang haus darah.

 

Sebab, hanya setahun setelah Ana bunuh diri, pembantaian terhadap 8 ribu anak-anak dan pria muslim di Srebrenica terjadi.

 

"Beberapa orang mengira dia sudah gila. Kehidupan Mladic ada dua fase, sebelum dan sesudah kematian Ana," demikian kata salah seorang mantan komandan Mladic kepada majalah Newsweek. "Dia tak pernah pulih. Dia pria yang sakit."

 

Saat melakukan ziarah tersebut, Mladic dikawal ketat oleh petugas keamanan yang dilengkapi kendaraan lapis baja.

 

"Kami tidak mengumumkan kunjungannya ke pemakaman karena itu adalah urusan pribadinya dan karena alasan keamanan," kata Wakil Jaksa bidang Kejahatan Perang Serbia, Bruno Vekaric sebagaimana dilansir Dailymail, Rabu (1/6/2011).

 

"Seluruh operasi berlangsung tepat selama 22 menit dan selesai tanpa gangguan. Dia berada di kuburan selama beberapa menit," katanya.

 

Mladic adalah buronan nomor satu di Eropa atas kekejamannya selama perang Bosnia tahun 1992-1995 dan telah dicari selama 16 tahun. Dia ditangkap di Lazarevo, sebuah desa di Belgrade, Kamis pekan lalu.

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini