Share

Menggapai Cum Laude ala Joice

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 03 Juni 2011 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 03 372 464207 YFURyahFm6.jpg Jocelin Go (foto: dok. Unair)

JAKARTA - Banyak mahasiswa meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan menempuh studi 3,5 tahun. Tapi, mereka memiliki trik berbeda untuk mencapai prestasi tersebut. Salah satunya seperti cerita Jocelin Go.

Gadis yang akrab disapa Joice ini merupakan alumnus jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair). Joice mengklaim, kerja keraslah yang membantunya mencapai prestasi akademis sebagai pemegang IPK tertinggi dengan masa studi tercepat.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Joice menuturkan, dia sama seperti mahasiswa kebanyakan yang bekerja keras dalam perkuliahan. Meski demikian, Joice mengaku cukup disiplin menerapkan jadwal belajar dari Senin hingga Jumat. "Ada atau enggak ada kuliah, aku harus menyisihkan waktu buat belajar," kata Joice seperti dikutip dari situs Unair, Jumat (3/6/2011). 

Pemegang gelar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2009 ini menambahkan, dia tidak menerapkan sistem kebut semalam. Baginya belajar rutin adalah kunci keberhasilan. "Belajar di sini berarti mulai dari menyelesaikan semua tugas kuliah, mengulang kembali materi kuliah, hingga menyiapkan materi kuliah yang akan diikuti. Ngerti atau enggak ngerti, yang penting aku masuk kuliah enggak dalam keadaan blank," katanya menambahkan.

Karena berpegang erat pada prinsip 'menyicil' itulah, anak tunggal ini tidak pernah keteteran saat ujian. Joice bahkan tidak pernah menyepelekan ujian tengah semester (UTS). Dia menganggap, UTS sama pentingnya dengan ujian akhir semester (UAS) sehingga dia selalu bekerja keras ketika UTS.  "Terkadang, soal UAS jauh lebih sulit dibandingkan UTS. Jika kita bekerja maksimal saat UTS, kan, enak, sudah ada tabungan nilai," tuturnya.

Joice mengaku berkonsentrasi pada kegiatan akademisnya dan tidak terlibat dalam berbagai organisasi kampus. Dia juga tidak mengikuti magang di berbagai perusahaan seperti yang dilakukan teman-temannya.

"Menurutku, segala sesuatu itu sebaiknya dilakukan step by step. Selesaikan dulu kuliah, baru kemudian fokus dengan dunia karier,” ujarnya menegaskan.

Namun, prinsip tersebut kemudian kembali kepada pilihan masing-masing orang. Joice merasa harus fokus dalam mengerjakan segala sesuatu. Itu sebabnya dia tidak aktif dalam aktivitas nonakademis di kampus. "Jika ikut kegiatan kampus, nanti pasti jadi susah bagi waktu kuliah dan organisasi. Karena itu, aku lebih memilih ikut kompetisi untuk melatih kemampuan kerja sama tim," imbuhnya.

Ketika kuliah, selain aktif mengikuti kelas bahasa Inggris di luar kampus, Joice juga rajin mengikuti berbagai kompetisi akuntansi. Dia berhasil menyabet gelar juara di antaranya juara dua Accounting Competition dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), juara satu Brawijaya Accounting Fair 2009, juara satu National Accounting Week 2010, dan juara dua National Accounting Olympiade Gadjah Mada Accounting Days 2010.

Tak sia-sia, keteguhan menerapkan prinsipnya tersebut telah mengantarkan Joice menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Unair. Joice kini bahkan telah direkrut oleh PricewaterhouseCoopers, salah satu kantor akuntan terbaik di dunia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini