Senjata Baru Pendeteksi Kecurangan Ujian

Hanna Meinita, Okezone · Sabtu 04 Juni 2011 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 03 373 464288 ridzpD8Cwo.jpg Image: corbis.com

INGGRIS - Sebuah alat baru untuk menemukan orang-orang yang mencontek dalam ujian tertulis, telah diluncurkan. Perangkat komputer baru ini akan menyaring peserta ujian yang mendapatkan skor sama dalam jawaban tertulisnya.

Selama ini, analisis statistik sudah digunakan dalam tes pilihan ganda untuk mengetahui apakah ada yang mencontek. Cambridge Assessment, yang mengecek ujian dari tiga badan penilaian di Inggris menyatakan, alat baru ini akan mengirim pesan bahwa kecurangan tidak akan ditoleransi. Demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (4/6/2011).

Cara kerjanya adalah dengan menganalisis data yang dikumpulkan dari sistem ujian online dari badan penilaian di Inggris. Sistem ini juga mengizinkan penilai untuk menggunakan dan menganalisis data yang dihasilkan dari kertas. Program ini kemudian menandai setiap pola yang tidak biasa dalam menjawab setiap pertanyaan.

Juru bicara Cambridge Assessment menyatakan, “Jika dua atau tiga calon mendapatkan nilai yang sama persis untuk semua pertanyaan, maka kemungkinan kecurangan dapat diselidiki. Jika banyak calon mendapatkan nilai yang sama, maka investigasi kecurangan dapat dilakukan.”

Kepala Ujian Kepatuhan Oxford Cambridge and RSA Examinations (OCR), Stephen Hunt menyambut baik temuan ini. “Senjata lain di gudang senjata kami, selalu diterima. Layanan penyaringan ini mengisi ketidakmampuan kami dalam mendeteksi kecurangan dan menjadi alat tambahan yang berguna untuk menjaga integritas,” jelasnya.

OCR adalah badan terkemuka di Inggris yang memberikan penilaian atas hasil ujian untuk segala usia. OCR bekerja sama dengan berbagai penyedia pendidikan termasuk sekolah, perguruan tinggi, perusahaan dan lembaga lain di sektor publik dan swasta.

Unit Manajer University of Cambridge International Examinations, Ben Sennitt menyatakan, “Cambridge tidak mentolerir kecurangan. Kami menggunakan berbagai metode untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan selama pemeriksaan hasil ujian. Siswa yang ketahuan curang atau membantu orang lain untuk curang, nilai mereka akan ditahan.”

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini