Mladic Tetap Tak Akui Pembantai di Bosnia

Fajar Nugraha, Okezone · Jum'at 03 Juni 2011 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 03 414 464270 FDbnd2h3EK.jpg Ratko Mladic (Foto: Reuters)

DEN HAAG - Mantan komandan militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic, menggelengkan kepalanya saat dakwaan genosida dibacakan kepada dirinya. Dakwaan ini didasarkan atas peristiwa pembantaian Muslim Bosnia di Sebrenica.

Pembacaan dakwaan atas Mladic ini dilakukan di Pengadilan Khusus Perang Yugslavio di Den Haag, Belanda. Mladic dianggap bertanggung jawab atas penyerangan di Sarajevo dan pembantaian di 8.000 pria dan anak-anak Muslim Bosnia di Sebrenica pada perang Bosnia 1992 hingga 1995 lalu.

Pada pembacaan dakwaan pertama ini, Mladic tampak tidak menerima hal tersebut. Dirinya hanya bisa menggelengkan kepala. Ini bisa diartikan dirinya memang tidak mengakui perbuataannya. Demikian diberitakan Reuters, Jumat (3/6/2011).

Ulah Mladic ini dianggap sebagai pembantaian terhadap warga sipil paling parah yang terjadi di Eropa sejak Perang Dunia II. 

Mladic ditangkap oleh badan keamanan Serbia di Lazarevo, dekat Zrenjanin di wilayah Banat, Provinsi Vojvodina pada 26 Mei 2011. Penangkapannya dilakukan oleh pasukan khusus dari kepolisian. Selama di persembunyian, Mladic menggunakan nama samaran Milorad Komadic. 

Selama 16 tahun dirinya lari dari kejaran pihak berwenang yang memburunya. Perilaku kejam Mladic justru mengakibatkan korban dari keluarganya sendiri. Putrinya Ana dikabarkan tewas bunuh diri akibat tidak mampu menanggung malu saat mengetahui keterlibatan ayahnya di Perang Bosnia.

Ratko Mladic sempat mengunjungi makam putrinya sebelum diekstradisi ke Den Haag. Ana Mladic diketahui tewas bunuh diri dengan pistol kesayangan ayahnya pada usia 23 tahun. 

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini