Objek Wisata Dieng Masih Aman Dikunjungi

Koran SI, Koran SI · Minggu 05 Juni 2011 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 05 340 464599 64QybMSkgp.jpg

BANJARNEGARA - Wisatawan jangan terlalu khawatir dengan perkembangan di Gunung Dieng saat ini. Sebab kawah- kawah lain di sekitar Gunung Dieng yang dijadikan objek wisata masih aman untuk dikunjungi.

Hingga kini, kawah yang dinyatakan bahaya hanyalah KawahTimbang,di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Lokasi kawah ini sangat jauh dengan kawah lain, jaraknya mencapai belasan kilometer. Kawah-kawah selain Timbang juga tidak ditemukan aktivitas semburan gas beracun. Sejak status Kawah Timbang ditingkatkan dari aktif normal menjadi waspada pada 23 Mei 2011. Hal ini membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng cenderung menurun.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan menyatakan tidak ada masalah. Artinya, kawah lain masih aman dikunjungi oleh wisatawan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng Prasetyo Ariwibowo, Sabtu (4/6/2011).

Menurutnya, beberapa kawah lain di sekitar Gunung Dieng seperti Kawah Sileri, Sikidang, Sinila, Sikendang, Sibanteng, dan Siglagah masih ramai dikunjungi. Jarak lokasi sekira 15 kilometer dari Kawah Timbang menjadi salah satu alasan wisatawan domestik mengunjungi objek wisata ini. Dia mengharapkan, masyarakat lebih bijak dalam mengolah informasi yang diterima.

Selama objek wisata masih dinyatakan aman oleh pihak terkait, masyarakat tidak perlu takut untuk berkunjung. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Tunut Pujiharjo juga mengatakan, Dataran Tinggi Dieng tetap aman bagi wisatawan meskipun status Kawah Timbang ditingkatkan menjadi siaga sejak 30 Mei lalu.

”Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memang telah meningkatkan status Kawah Timbang dari waspada menjadi siaga. Namun perlu kami tekankan, yang ditingkatkan statusnya adalah Kawah Timbang, bukan Dieng,” kata dia.

Dia juga menegaskan, Kawah Timbang bukan merupakan daerah tujuan wisata dan berada jauh dari kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Sejak menjadi status waspada, diakuinya, jumlah wisatawan juga menurun. ”Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng terutama kompleks candi dan sejumlah kawah lainnya tetap aman. Namun kalau mengunjungi kawah lainnya,sebaiknya jangan lama-lama,” katanyamenegaskan.

Sementara itu, aktivitas kegempaan dan konsentrasi gas CO2 di sekitar Kawah Timbang terus fluktuatif. Kemarin kegempaan dan CO2 mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

”Pada pukul 00.00- 06.00 WIB tercatat sepuluh kali gempa hembusan selama 4-15 detik, sedangkan konsentrasi gas CO2 terekam 1,18 persen volume,” kata Kepala PVMBG Surono di di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Karangtengah, Batur.

“Konsentrasi gas CO2 yang kadang naik kadang turun itu menunjukkan ada tekanan di dalam tubuh Gunung Dieng di bawah Kawah Timbang dan warga tetap diimbau untuk mengungsi,” ujarnya.

Sebanyak empat alat pemantau gempa atau seismograf dipasang di sekitar Kawah Timbang,Gunung Dieng, pagi kemarin. Penambahan alat pantau ini diperlukan untuk mendeteksi konsentrasi gas C02 yang masih fluktuatif.  

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini