Demi Kentang, Bahaya pun Ditantang

Elis Novit, SUN TV · Rabu 08 Juni 2011 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 08 340 465738 aGG8wQx0oS.jpg Ilustrasi Gunung Dieng. (kanapaini.blogspot.com)

BANJARNEGARA- Warga sekitar Gunung Dieng, terutama yang tinggal di Dusun Sumber dan Dusun Serang, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak memedulikan keselamatan jiwa mereka.

 

Jika malam hari mereka tinggal di pos pengungsian, maka pagi hingga sore hari mereka kembali ke rumah dan ke ladang untuk merawat tanaman mereka.

Maklum, para warga yang sebagian adalah petani kentang ini akan merugi sekira Rp40 juta per hektare jika gagal panen.

Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas terkait, hingga pekan kedua pasca-penetapan status Siaga, sudah 4 hektare tanaman kentang yang dipastikan gagal panen. Kerugian yang diderita para petani sekira Rp160 juta.

Tanaman kentang mati karena serangan gas beracun yang berlokasi hanya sekira 300 meter dari Kawah Timbang.

Masih ada sekira 40 hektare lagi tanaman kentang yang terancam gagal panen. Pasalnya, lokasi ladang kentang berada di dalam radius bahaya, yakni 1.000 meter dari Kawah Timbang.

Radius 1.000 meter merupakan zona bahaya yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak status Siaga ditetapkan.

Para petani tidak ingin menderita kerugian, jika pagi menjelang mereka akan menerabas masuk ke zona bahaya demi merawat kentang. Tanaman kentang terancam mati jika setiap 3 atau 4 hari sekali tidak disemprot pestisida.

Tak hanya kentang, ternak kambing para warga juga terancam. Menurut data ada 1.200 kambing milik warga Dusun Sumber dan Serang, dari jumlah tersebut hanya 414 ekor yang diungsikan ke rumah kerabat pemilik kambing.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari dinas pertanian atau peternakan terkait nasib tanaman dan ternak warga. Sedianya, ada tempat khusus bagi ternak kambing sehingga warga tidak menantang maut masuk ke zona bahaya, apalagi kadar CO2 yang di atas ambang batas aman masih mengintai warga.

Berdasarkan pantauan di Pos Pengamatan Gunung Dieng di Desa Karangtengah, sejak Rabu (8/6/2011) dini hari pukul 00.00-06.00 WIB terjadi peningkatan volume gas CO2 yakni 1,27 persen volume. Ini meningkat dari hari sebelumnya yang tercatat 1,07 persen.

Sementara gempa vulkanik dalam tercatat sebanyak satu kali.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini