Share

UI Jadi Kawasan Tertib Lalu Lintas

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 14 Juni 2011 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 14 373 468295 U8zBewUi6v.jpg Image: corbis.com

DEPOK – Tim gabungan keamanan lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI) dan Polres Depok merazia ratusan kendaraan bermotor yang melintas di area kampus. Sedikitnya 220 motor terkena razia dan ditilang polisi.

Kasat Lantas Polres Depok Kompol Slamet Widodo mengatakan, penertiban tersebut semata–mata ingin menjadikan UI sebagai kawasan tertib lalu lintas. Pihaknya berencana akan terus melakukan razia kendaraan dua kali setiap minggu.

“Ada 67 pengendara motor ditilang karena tidak memiliki SIM, tujuh motor ditilang karena tidak mengenakan helm, dan 11 motor diamankan di Polres Depok karena tidak memiliki STNK. Razia ini dilakukan atas permintaan UI untuk menjadikan UI kawasan tertib lalu lintas," ujar Slamet, Selasa (14/6/2011).

Slamet meminta kepada pemilik motor mendatangi Polres Depok untuk menunjukkan surat-surat kepemilikan motor. Jika surat-suratnya ada maka motor tersebut akan dilepas kepada pemiliknya.

“Silahkan datang ke Polres untuk tunjukan surat–surat, karena yang kena tilang justru kebanyakan memang warga yang melintas di lingkungan kampus, mahasiswa ada tapi jumlahnya sedikit,” Slamet menegaskan.

Sementara itu Kasubdit Pembinaan Lingkungan Kampus UI Dadan Herwandi mengatakan razia dilakukan agar para pengendara motor di UI dapat mengikuti aturan lalu lintas. "Dalam satu jam 220 motor ditilang. Umumnya pengendara motor dari luar UI yang ditilang, sedangkan civitas akademik UI sedikit. Perbandingannya 98 persen orang luar dan dua persen orang UI," jelas Dadan.

Menurut Dadan, 50 petugas keamanan dalam UI dan 20 petugas dari Polres Depok dikerahkan dalam razia itu. Meski begitu, masih banyak pengendara yang lolos karena mereka kabur dengan cara berbalik arah.

"Untuk menjadikan UI sebagai kawasan tertib lalu lintas, maka pengendara motor dan mobil yang melanggar aturan akan ditindak tegas dengan cara ditilang, seharusnya jumlahnya banyak yang kena tilang tapi mereka berbalik arah. Ini membahayakan bagi pengendara lain," Dadan mengimbuhkan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini