Share

Akhirnya, Rumah Sakit Unair Beroperasi

Amir Tejo, Okezone · Rabu 15 Juni 2011 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 15 373 468516 x9b1SHZZZS.jpg Mendiknas ketika menghadiri soft opening RS Unair (Foto: dok. Unair)

SURABAYA - Setelah menanti selama empat tahun, akhirnya Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mulai beroperasi serta siap menjadi tempat penelitian, pendidikan, dan penanggulangan penyakit. 

“Dalam soft opening tersebut akan dibuka juga untuk umum 60 dari 250 tempat tidur yang tersedia,” kata Direktur RSUA M Dikman Angsar, Rabu (15/6/2011).

Rumah sakit yang memiliki luas total 40 ribu m persegi dan terdiri dari delapan lantai ini, adalah rumah sakit pertama di Jawa Timur yang milik universitas. Hingga kini, RSUA masih menjadi rumah sakit percontohan bagi universitas lain yang berencana mengembangkan pusat layanan kesehatan seperti ini.

Dikman menambahkan, karena berada di bawah naungan universitas, maka tujuan utama pendirian RSUA adalah untuk mendukung penelitian dan pendidikan atau sarana praktik bagi calon-calon tenaga medis yang mengenyam pendidikan di Universitas Airlangga.

Namun menurutnya, tidak berhenti pada rumah sakit pendidikan saja, RSUA diharapkan juga menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi kepercayaan masyarakat bukan hanya Jawa Timur tetapi Indonesia secara umum. ”Ke depannya RSUA harus mampu menjadi rumah sakit yang ada di hati masyarakat,” kata Dikman.

Untuk menuju visi yang seperti disampaikan Dikman, RSUA perlahan berbenah dengan meningkatkan pelayanan mulai dari fasilitas parkir hingga peralatan kesehatan yang didatangkan langsung dari Jerman.

Di masa depan, manajemen RSUA tidak hanya bergantung pada kehadiran pasien rawat inap yang ada, tetapi juga akan memberikan ruang untuk masyarakat umum yang ingin memanfaatkan fasilitas yang mereka miliki. ”Nantinya yang datang ke RSUA bukan hanya orang sakit saja, tapi orang sehat yang ingin menambah pengetahuan juga bisa datang ke sini,” Dikman mengimbuhkan.

Banyak anggapan yang muncul, kehadiran RSUA akan menjadi seteru atau bersaing dengan RSUD Dr. Soetomo yang sebelumnya menjadi jujugan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk berpraktik. Namun hal ini seketika ditepis oleh Direktur RSUA. ”RSUA tidak akan bersaing dengan rumah sakit lain, termasuk RS Dr. Soetomo. Justru RSUA akan menjalin kerja sama dengan RS Dr. Soetomo,” terangnya.

Dengan didukung fasilitas peralatan kesehatan yang prima, tenaga medis yang benar-benar ahli di bidangnya, serta biaya kesehatan yang kompetitif, tujuan RSUA menjadi rumah sakit yang ada di hati masyarakat harusnya mampu diwujudkan. Tentunya perlu waktu untuk membuktikan eksistensi dari RSUA itu sendiri.

Hal ini harus dibarengi dengan proses edukasi masyarakat, bahwa di Indonesia bahkan Surabaya terdapat rumah sakit yang berkualitas dan dapat dipercaya layaknya di Singapura atau negara lainnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini