nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abu Bakar Baasyir Dihukum 15 Tahun Penjara

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Kamis 16 Juni 2011 13:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 06 16 339 469133 bPaRg1aanG.jpg Abu Bakar Baasyir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Amir Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus pembiayaan pelatihan militer untuk kegiatan terorisme di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh.

 

“Menyatakan terdakwa Abu Bakar bin Abud Baasyir alias Abu Bakar Baasyir terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan subsider. Oleh karena itu terdakwa dijatuhui hukuman dengan pidana penjara selama 15 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).

 

Herry menambahkan, hukuman 15 tahun penjara tersebut dikurangi masa penahanan Baasyir. Adapun dakwaan primer terhadap Baasyir, dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

 

“Menyatakan Abu Bakar bin Abud Baasyir alias Abu Bakar Baasyir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Membebaskan terdakwa Abu Bakar Baasyir dari dakwaan primer,” kata Herry.

 

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum yang dikoordinatori Andi Muhammad Taufik menuntut Baasyir hukuman penjara seumur hidup. Dalam dakwaan subsider, jaksa menyatakan Baasyir secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 14 jucto pasal 7, lebih subsider pasal 14 jucto pasal 11, lebih lebih subsider pasal 15 jucto pasal 9, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 7, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 11, dan terakhir pasal 13 huruf a dengan ancaman hukuman 3 tahun sampai 15 tahun penjara.

 

Dia diduga merencanakan dan menggerakan orang lain untuk mengumpulkan dana, baik secara pribadi maupun selaku Amir Jamaah Ansharut Tauhid terkait pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Februari 2010. Dana yang dikumpulkan Baasyir berasal dari dr Syarif Usman sebesar Rp200 juta dan Hariyadi Nasution sebesar Rp150 juta.

 

Selain itu, Baasyir juga terbukti memberikan dana di antaranya sebesar Rp5 juta, Rp120 juta, dan 5.000 dolar AS untuk keperluan survei hingga pelatihan. Pelatihan ini menurut jaksa sudah termasuk tindak pidana terorisme.

 

Baasyir merencanakannya bersama Dulmatin alias Yayah Ibrahim dalam pertemuan di salah satu ruko di dekat Pondok Pesantren Mukmin Ngruki Solo, Jawa Tengah, pada Februari 2009 yang difasilitasi Ubaid atas arahan Dulmatin.

 

Jaksa juga mendakwa Baasyir terbukti pernah menonton rekaman video pelatihan militer berdurasi 45 menit yang dibawa oleh Ubaid di Kantor Jamaah Ansharut Tauhid Jakarta dan rumah Hariyadi Usman di Bekasi. Rekaman itu berisi kegiatan pelatihan di Jantho, Aceh, antara lain pelatihan fisik, menggunakan senjata api, dan orang-orang berkumpul sambil makan.

 

Atas dakwaan itu, Baasyir membantah dan menyatakan pelatihan militer di Aceh direncanakan oleh Ubaid dan Abu Tholud. Dia juga mengaku tak setuju dengan kegiatan itu karena Jamaah Ansharut Tauhid belum siap melakukan I'dad dengan senjata api.

 

Menanggapi vonis ini, tim pengacara Baasyir langsung menyatakan banding. Sementara jaksa penuntut umum masih pikir-pikir.

 

 

 

 

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini